Berita Politik – Ungkapan Kekesalan Rhoma Kepada Jokowi & Cak Imin

 

Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB telah resmi menjalin koalisi bersama dengan PDI Perjuangan. Keputusan politik tersebut diambil oleh sang ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar atau lebih kerap disapa dengan Cak Imin di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Jombang, Jatim, 10 Mei 2014.

Akibatnya, Rhoma Irama yang pada sebelumnya mendapat dukungan untuk menjadi capres dari partai PKB batal. Dengan koalisi baru tersebut, dapat dipastikan jika PKB akan memberikan dukungan penuh terhadap pencapresan Jokowi.

Rhoma pun sangat meradang atas keputusan tersebut. Dirinya merasa telah di khianati oleh Cak Imin. Setelah mati – matian memberikan dukungan penuh ternyata hanya ditipu.

Berikut ini adalah beberapa ungkapan kekesalan yang dilontarkan Rhoma Irama terhadap Cak Imin.

1, Kontrak Politik Ilegal

“Telah di hubungi oleh Cak Imin dengan telepon, tetapi saya ingin mengatakan, pertama kontra politik antara dirinya bersama dengan Cak Imin ternyata hanya sebuah basa – basi, sebab ilegal dan tidak sesuai AD/ART.”ungkap Rhoma Irama, 11 Mei 2014.

Menurut Rhoma Irama, yang menentukan arah tujuan PKB, termasik penentuan capres dan cawapres dari mekanisme resmi partai. Keputusan tersebut diambil di dalam rapat kerja nasional atau rakernas.

“Tetapi sebenarnya, saya bersedia untuk menjadi capres yang diusung oleh PKB, ingin mengharapkan sebuah itikad yang baik. Jadi di sini etika politik yang semestinya diberlakukan.”

2, Keluar Duit dan Tenaga Yang Sia – Sia

Para pendukung setia Rhoma Irama harus kecewa setelah pembatalan dirinya menjadi capres. PKB menarik dukungan dan memilih untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan yang mengusung Joko Widodo.

“Pendukung Rhoma Irama jelas merasa sakit hati, mereka telah berjuang mati – matian, menguras tenaga, dana untuk dapat membesarkan nama PKB, tetapi tidak dihargai.”ujar Rhoma Irama.

“Yang namanya membuat beberapa posko Riffori, juga atas nama para pendukung dan mereka juga yang membiayainya, mereka juga menyerahkan gedung, biaya yang cukup banyak. Saya turut diundang untuk meresmikan gedung tersebut, biaya untuk tiket dan lain – lain, juga mereka yang telah membiayai.”terang Rhoma.

3, Sebut Jokowi Sosok Ingkar Janji

Rhoma Irama telah memutuskan untuk menarik selurung dukungannya untuk PKB. Keputusan tersebut dipicu merapatnya PKB ke PDI Perjuangan dan mengusung Joko Widodo sebagai capresnya.

“Sebagaimana yang telah saya katakan selama ini. Saya akan menarik seluruh dukungan saya kepada PKB.”

“Joko Widodo seharusnya dapat menepati janjinya karena dia sudah bersumpah, akan menunaikan tugasnya selama 5 tahun untuk memimpin Jakarta. Merka juga menilai jika sosok Rhoma Irama tidak efektif sementara di kalangan masyarakat dan menilai Rhoma effect tidak ada.”terangnya.

4, Tunggu Pinangan Partai Lain

Usai menarik seluruh dukungannya dari PKB, Rhoma Irama menunggu apakah ada partai lain yang meminta dukungan kepada dirinya.

“Untuk selanjutnya akan kita lihat, apakah ada partai lain yang meminta bantuan dukungan kepada saya. Saya siap maju jika dukungan rakyat serta partai yang siap menjadi kendaraan politik saya nanti.”

“Mereka PKB klaim jika kesuksesan ini adalah NU effeck, sementara Gus Dur sekeluarga telah mencabut dukungan mereka untuk PKB. NU DKI Jakarta juga melarang seluruh anggotanya untuk memberikan dukung ke PKB. Tetapi mereka juga tidak menganggap adanya Rhoma effect.”

Be Sociable, Share!