Berita Politik – Yudhoyono Menginginkan Mantan Jenderal Untuk Bermain Sesuai Aturan

 

Berita Politik – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta purnawirawan jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ingin bergabung dalam pemilihan Presiden pada Pemilu 2014 untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi, saat menjadi peserta pemilihan penguasa tertinggi negara itu.

Yudhoyono mengatakan pada pertemuan para alumni Akademi Militer pada Selasa malam bahwa demokrasi negara itu tidak dapat diubah dan bahwa untuk menjalankan negara, pensiunan jenderal militer harus tetap berada dalam aturan-aturan.

“Kita sekarang menggunakan demokrasi multipartai. Beberapa dari kita bergabung dan berjuang dalam partai politik. Beberapa bahkan mendirikan partai politik mereka sendiri, “kata Yudhoyono seperti dikutip Antara.

Yudhoyono juga mengatakan bahwa mantan anggota militer harus beradaptasi dengan situasi baru.

“Indonesia sedang mengalami transformasi dan kita semua harus beradaptasi dengan perubahan baru. Kami tidak ingin hidup dalam skenario dinosaurus, di mana segala sesuatu di sekitar kita berubah tetapi kami tetap sama, “katanya.

Kemudian dalam acara tersebut, perwakilan dari alumni, Jenderal (Purn.) Luhut Pandjaitan, mantan menteri perdagangan di bawah pemerintahan Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid, mengusulkan agar Yudhoyono dapat membantu memilih calon yang paling cocok untuk menggantikannya pada tahun 2014 , demi kontinuitas.

Luhut mengusulkan bahwa salah satu kriteria utama untuk ikut dalam Pemilu  presiden 2014 adalah bahwa calon presiden harus memiliki track record yang baik, yang rupanya adalah sindiran terselubung untuk pemimpin Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Letnan Jenderal ( ret) Prabowo Soebianto. Prabowo sendiri tidak hadir.

Mantan pejabat senior TNI yang hadir pada pertemuan itu adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Endriartono Sutarto, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Tyasno Sudarto dan mantan Kapolri Jenderal Suroyo Bimantoro.

Luhut mengatakan bahwa Prabowo tidak diundang ke pertemuan karena masalah logistik. “Kami tidak memiliki ruang yang cukup,” katanya.

Luhut mengatakan bahwa pesan Yudhoyono tentang bermain adil dalam Pemilu presiden 2014 masih akan berlaku untuk Prabowo meskipun tidak hadir pada pertemuan itu.

Sejumlah mantan jenderal diharapkan untuk bergabung dalam Pilpres 2014, termasuk Prabowo, ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal (Purn.) Wiranto, Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Menteri Endriartono, yang dikatakan bergabung dengan Partai Demokrasi Nasional.

 

Berita Politik

Be Sociable, Share!