Berita Sainstek Terkini – Kerea Api Masa Depan, Tidak Akan Berhenti Naik Turunkan Penumpang

Seorang desainer yang berasal dari negara China yang bernama Chen Jianjun kini sudah memberikan kabar dengan berhasilnya menemukan konsep baru dari prototype kereta api masa depan. Dari konsepnya tersebut nantinya kereta api tidak akan pernah berhenti untuk turunkan dan juga menaikan para penumpangnya. Lalu bijimane caranya ya?

Di ketahui dari surat media Daily Mail, keluar di hari ini Minggu (29/12/13) ide tersebut yang sudah muncul di saat dari Jianjun mengerti dari banyaknya penumpang yang sudah mengantri di stasiun kereta api. Biasanya dari penumpang akan berebut untuk mencari pintu masuk. Di mana pintu masuknya tersebut berukuran sangat kecil sekali.

Tidak hanya itu saja, kereta yang selalu berhenti untuk menaikan dan turunkan penumpang di nilainya itu hanya membuang dari banyak waktu. Maka dirinya sangat bergegas mencari solusi dari hal tersebut.

Setelah itu, dari penumpang antre panjang untuk masuk ke dalam kereta api yang akan di buatkan dengan gerbong kecil yang di letakan di atas kereta api. Dari gerbong yang berada di atas tersebut akan bisa langsung menempel pada kereta yang sedang berjalan di stasiun. Unik dan sangat canggih sekali.

Sementara dari adanya gerbong yang lainnya bisa terlepas otomatis untuk turunkan banyak penumpang. Maka dengan begitu kereta api nantinya akan tidak pernah bisa berhenti untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Lebih dari pada itu tidak ada lagi sebuah antrean panjang di saat dari penumpang yang ingin masuk ke dalam kereta tersebut.

Di dalam video yang sudah di unggah dalam internet tersebut, kereta api tidak akan bisa berhenti karena memang memangkas waktu sangat banyak untuk menempuh perjalanan dari Guanzhou pergi ke Beijing dalam waktu selama 30 menit.

“Sementara jika memang dari rute Beijing ke Guangzhou bisa di lakukan dengan menggunakan kereta api yang berhenti untuk setiap pos stasiun karena akan memangkas waktu banyak untuk menurunkan dan menaikan para penumpangnya” ujar dari penemu tersebut kepada media.

About The Author

Reply