Berita Sehat Dunia – Setelah Dinyatakan Tuntas, Kini Mers Ada Lagi Di Korea Selatan

Setelah selama dalam empat hari sudah di nyatakan kalau tidak ada lagi wabah virus membahayakan seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), kini dari virus yang berasal dari Arab Saudi tersebut kembali telah merebak lagi. Berada di dalam kasus yang terbaru ini, di ketahui dari perawat yang mempunyai tugas berada di Samsung Medical Centre Seoul kini di kabarkan telah menderita penyakit membahayakan tersebut.

Berasal dari lembaga berita Channel News Asia, untuk hari ini Kamis (2/7/15) yang sudah melansir bahwa kini sudah bertambah lagi satu orang pasien, maka total dari semuanya adalah 183 orang yang saat ini telah di rawat berada di Korea Selatan karena telah terjangkit wabah Mers. Ini sudah menjadi penyebaran terluas di luar negara asalnya Arab Saudi.

Bisa di ketahui separuh dair pasien Mers saat ini tengah dirawat berada di Samsung Medical Centre. Maka dari itu berada di akhir bulan yang lalu, pewaris kelompok bisnis Samsung bernama Lee Jae yong yang menyerukan rasa minta maaf dengan membungkuk berada di dalam siarang langsung televisi. Lee telah meminta maaf karena di angap masih gagal untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

“Penyebaran dari virus MERS sendiri yang sudah membuat banyak sekali penderitaan dan kecemasan berada di hadapan publik,” terang dari Lee berada di dalam pidatonya yang sudah di tuliskan berada dalam media harian The Guardian.

Dengan ini akibatnya, Samsung Medical Centre yang memang sudah pernah untuk bisa menghentikan layanan kesehatan selama dalam 10 hari, karena mereka menyatakan ingin fokus melawan penyembuhan dari beberapa pasien Mers yang berada di sana. Kemungkinan besar penutupan dari rumah sakit bisa lebih di perpanjang lagi waktunya, karena di ketahuinya kasus Mers terbaru tadi.

Dirinya juga menambakan alasan dalam empat hari akhir sudah tidak ada lagi penderita Mers yang terbaru. Karena kondisi dari Mers berada di Korsel terkendali dan belum ada pembuktian kalau virus tersebut bisa ditularkan berada di tempat umum.

About The Author