Berita Sejarah – Menapaki Sejarah Tatto Dan Nilai Sebenarnya

Sudah di ketahui menjadi masyarakat Indonesia yang memang masih memandang suatu seni tatto identik dengan namanya kejahatan yang adai. Suatu pandangan yang sangat sinis tersebut tertuju pada orang yang merajah kepada tubuhnya tersebut. Walaupun sang pelaku dari kejahatan dari negeri kita sering menggunakan tatto, akan tetapi dari kenyataanya di saat ini tidak semua bertatto itu penjahat.

“tato is not a crime”, yang sudah di sebutkan oleh sang pemilik Kent Tatto Indonesia, yang bernama Yusepthia Soewardi yang sudah di temui oleh para wartawan yang berada di studio tattonya yang berada di Bandung.

Sudah dapat di ketahui dari Kent yaitu panggilan akrab dari perempuan tersebut tato memang mempunyai suatu akar bidaya yang sudah di anggap sangat dekat dengan adanya tindakan kriminalitas, akan tetapi dirinya sangat yakin kalau pergeseran tersebut akan bisa terjadi. Saat ini tato menjadi satu trend gaya hidup.

“Kalau memang sampai saat ini masih juga di katakan dengan salah satu tanda kejahatan mengapa kok banyak artis, pejabat pemain olah raga dan atlet semua memakai tatto,” ujar dari Kent yang sudah di ketahui dari kedua tangannya di penuhi tato.

Mempunyai suatu sejarah tersendiri dari ungkapan Kent, akan tetap memang sangat keberatan tato tertua yang ada di dunia itu memang berasal dari Indonesia. Hal ini yang sudah di buktikan dari adanya suatu penelitaian yang sudah di lakukan Dosen Seni Rupa, Universitas Negeri Padang, yang bernama Ady Rosa.

Seni tato Mesir yang memang baru ada pada tahun 1300 SM, akan tetapi dari orang Mentawai yang sudah menato dari badan mereka pada saat mereka berada di pantai Barat Sumatera tersebut yang sudah di ketahui terjadi pada tahun 1500 SM – 500 SM.

Di Mentawai tersebut tato yang sudah di jadikan suaut simbol yang sangat di percayakan dari banyak masyarakat. Bagi dari para warga Mentawai yang sudah katakan kalau tato tersebut adalah suatu simbol keseimbangan alam. Sehingga manusia memang bebas untuk menato dari bagian tubuh mereka. Hal ini sudah di katakan oleh para suku Mentawai.

Arat Sabulungan adalah suatu ritual yang di gunakan untuk mengerti akan sistem pengetahuan, nilai dan juga aturan hidup yang sudah di pegang kuat dan juga di wariskan dari para luluhur suku Mentawai.

About The Author

Reply