Berita Serie A – FC Internazionale Kerap ‘Tertidur’ Saat Situasi Set Piece

 

Tim besar Serie A Italia, FC Internazionale mesti berbenah lantaran tim asuhan Roberto Mancini sering kecolongan saat menghadapi bola-bola mati serta lepas dari hukuman pinalti. Pada beberapa laga terakhirnya diketahui tim berjuluk I Nerazzurri ini kerap dibobol lewat set piece bola mati tendangan bebas serta pinalti.

Catatan ini mulai Nampak pada laga terakhir tahun kemarin, saat menghadapi Lazio. Dengan dua gol yang dicetak oleh Antonio Candreva yang diawali dari sepak pojok serta hadiah pinalti.

Sosok Felipe Melo pun dijadikan kambing hitam ketika tim yang dibelanya menghadapi tim asal Ibukota Italia. Dia membuat pelanggaran di area terlarang yang akhirnya membuat wasit mengambil keputusan untuk memberikan hadiah pinalti.

Setelah itu peran yang diemban oleh Felipe Melo pun langsung digantikan oleh pemain bertahan mereka yakni Joao Miranda saat La Beneamata dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 saat menghadapi Sassuolo di awal bulan Januari lalu. Dengan pelanggaran yang dilakukan kepada Gregoire Defrel, memaksa sang pengadil lapangan memberikan hadiah pinalti.

Sudah pasti ini menjadi pinalti ketiga yang diberikan kepada FC Internazionale di kompetisi Serie A Italia musim ini. Satu lagi pinalti yang didapatkan oleh tim asal kota Milan ini diperoleh saat tim ini ditumbangkan dengan skor 1-4 saat bertemu dengan Fiorentina pada bulan September tahun lalu. Pada laga ini, sanksi hukuman juga terjadi lantaran Miranda.

Kelemahan dari Mauro Icardi cs ini saat menghadapi set piece bola mati terjadi saat laga menghadapi AC Milan pada laga Derby Milan di Stadion San Siro pada akhir bulan Januari kemarin. Alex sanggup membuat gol lewat tandukan yang berawal dari umpan lambung yang dilepaskan Keisuke Honda saat tendangan bebas.

Dan pada puncaknya diketahui saat laga menghadapi Hellas Verona pada tanggal 7 Februari emarin. Tiga gol dari Hellas Verona tercipta lewat set piece bola mati. Allenatore FC Internazionale yakni Roberto Mancini tak dapat menutupi rasa kesalnya sesudah peluit panjang dibunyikan.

“Ini menjadi hari dimana tim kami narkolepsi secara kolektif. Walau menunjukkan permainan yang bagus, kami justru kembali melakukan kesalahan. Coba Anda lihat gol ketiga, saat Juan Jesus tak melihat lawan.” paparnya.

Be Sociable, Share!