Berita Serie A – Sebuah Keputusan Berhasil Selamatkan Buffon Dari Kematian

Penjaga gawang andalan Juventus yakni Gianluigi Buffon memaparkan sebuah keputusan penting saat dirinya berumur 13 tahun dan keputusan itu juga yang akhirnya menghindarkan pemain internasional Italia ini dari kematian.

Semasa melakoni masa mudanya berbarengan akademi Parma dari tahun 1991 sampai 1995, pemain kelahiran Carrara ini ternyata sempat mendapat cobaan.

“Saya menampik untuk menggunakan narkoba saat saya berusia 13 tahun.” papar pemain berusia 38 tahun ini pada Tuttosport pada hari Senin (19/12).

“Saat berada di Parma, ada pemuda yang ingin mengajak saya untuk bersenang-senang, tetapi saya menyampaikan tidak serta 3 tahun kemudian dia pun ditemukan tewas lantaran overdosis.”

Dengan pengalaman yang dimilikinya di jagad sepak bola, peraih 10 gelar juara penjaga gawang terbaik di kompetisi Serie A Italia ini menyampaikan krusialnya impian untuk meraih kesuksesan.

“Impian mesti dijaga. Namun, Anda mesti menciptakan keseimbangan serta harmoni di dalam diri Anda dan memiliki hasrat untuk merasakan tiap prosesnya.” tambahnya.

“Anda mesti mengerjakan sesuatu yang lebih guna bisa mengembangkan diri supaya bisa meraih tujuan Anda.”

Penjaga gawang utama timnas Italia ini juga menyampaikan nasihat untuk seluruh juniornya.

“Saya kerap memberitahu seluruh pemain muda yang ada di tim untuk tak selalu percaya dengan siapapun yang menyampaikan jika mereka tak pernah takut.”

“Jujur, saya juga memiliki ketakutan bakal mengerjakan kesalahan. Tetapi, rasa takut itu menjadi hal yang paling utama di sebuah laga. Dikarenakan ketakutan itu yang nantinya akan memotivasi Anda untuk bisa menemukan jawaban saat Anda melakukan kesalahan.”

Untuk diketahui, Buffon sendiri merapat ke Juventus pada musim panas tahun 2001 lalu. Banyak gelar yang telah dirasakan oleh pemain yang memiliki tinggi 192 cm ini baik di level tim maupun tim nasional. Seandainya keputusan ini tak diambil oleh Buffon, mungkin karir dari pemain yang lahir pada tanggal  28 Januari 1978 ini tak akan secemerlang saat ini.

About The Author