Berita Teknologi – Akuisisi BlackBerry Masih Meragukan Bagi Pembeli

 

BlackBerry memang sudah menandatangani letter of intent atau perjanjian tentatif untuk diakuisisi oleh pemegang saham yang terbesar BlackBerry yakni Fairfax Financial Holdings. Akan tetapi, perjanjian ini ternyata tidak begitu saja membuat perusahaan ternama asal Kanada itu berhenti mencari pembeli yang potensial lainnya. Sesuai laporan dari Reuters pada Sabtu 5 Oktober kemarin, BlackBerry saat ini diberitakan sedang mencari opsi pembeli yang lain, selain hanya Fairfax Financial.

BlackBerry dikabarkan tengah meminta sejumlah perusahaan besar guna mengirimkan preliminary expression of interest (penawaran informal) terkait pembelian untuk perusahaan BlackBerry. Menurut salah seorang sumber kepada Reuters mengatakan bahwa BlackBerry sedang dalam pembicaraan kepada beberapa perusahaan besar seperti halnya Cisco Systems, Google, dan juga SAP agar memasukkan penawarannya pada permulaan minggu depan. Selain itu, perusahaan yang memusatkan diri di Waterloo, Ontario, Negara Bagian Kanada ini juga dikabarkan sedang mengontak Intel, dan dua perusahaan raksasa asal Korea Selatan, yaitu LG dan juga Samsung.

Namun, hingga saat ini, nampaknya masih belum jelas manakah diantara sekian perusahaan yang tertarik untuk memasukkan penawarannya. Bagaimanapun juga, meski para pembeli potensial ini dikatakan tertarik dengan layanan server dan hak paten milik BlackBerry, masih belum ada kejelasan dari para pembeli potensial tersebut berkaitan dengan merebaknya kabar ini. Pada awal minggu yang lalu, BlackBerry telah menyetujui pihaknya untuk diakuisisi oleh Fairfax Financial Holdings dengan nilai tawaran konsorsium yang cukup tinggi, yaitu pada 4,7 miliar dollar AS, atau kurang lebih mencapai 54 triliun rupiah.

Para pemilik saham di BlackBerry ditawarkan nilai 9 dollar AS secara tunai per lembar saham yang saat itu mereka miliki. Meski begitu, BlackBerry masih memiliki tenggat waktu hingga 4 November 2013 guna memikirkan serta bernegosiasi dengan pihak-pihak lain yang juga mengajukan peneawaran berbeda. Fairfax sendiri yang telah memiliki sekitar 10 persen saham BlackBerry, merupakan sebuah perusahaan finansial dari Kanada yang melayani bidang asuransi,  investasi, properti dan lain sebagainya. Perusahaan tersebut dibangun dan dipimpin oleh Prem Watsa.

No related content found.

Be Sociable, Share!