Berita Teknologi – Apa Jadinya Kalau Keringat Menjadi Sumber Energi ?

 

Olahraga memang selalu untuk mengeluarkan keringat yang ternyata tidak hanya bagus dengan adanya kesehatan, akan tetapi juga bisa untuk memberikan tenaga yang ada untuk gadget. Energi baru tersebut yang sudah memanfaatkan dari keringat yang di jadikan menjadi daya.

Sekelompok ilmuwan yang sudah berhasil untuk memperlihatkan bagaimana keringat tersebut bisa untuk di bentuk lalu bisa menjadi daya alternative untuk mobile. Adanya suatu pertunjukkan ini bisa di lakukan pada saat adanya acara American Chemical Society Meeting. Seperti yang sudah di kabarkan di dalam media BBC untuk hari ini, Jumat (15/8/14).

Dengan adanya suatu temuan tersebut yang sudah di berikan nama dengan laktat, senyawa yang secara alami sudah berhasil di dapatkan dari keringat yang keluar setelah kita berolahraga. Dari sebelunya sebuah senyawa kimia yang sudah di buat di bagian lengan seseorang. Dari tato yang sudah di penuhi dengan laktat inilah bisa menjadi suatu energy.

Ini yang menjadi suatu mimpi dari banyak ilmuwan untuk bisa memanfaatkan tenaga manusia dalam menghasilkan suatu energi, berasal dari penggunaan darah sampai dengan sel biofuel implan. Untuk ke depannya, bio baterry tersebut bisa memberikan tenaga untuk perangkat monitor jantung, jam tangan digital dan juga dari smartphone.

“Untuk saat ini tenaga yang sudah berhasil di hasilkan masih belum terlalu besar memangnya. Hanya sebesar 4 mikrowatt saja. Akan tetapi dari kami akan bisa berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meningkatkan dari semua hasil tersebut seningga bisa memberikan tenaga perangkat elektronik yang mempunyai ukuran kecil,” ujar dari Dr. Wenzhao Jia dari University of California, San Diego.Dari hasil temuan tersebut yang sudah di publikasikan dalam suatu jurnal Angewandte Chemie.

Dari semua itu yang menari adalah, awalna dari tim Jia yang tidak mempunyai suatu niatan untuk mencari tempat energi alternatif tersebut. Dirinya yang hanya sudah membuat suatu perangkat monitor laktat.

“Kita yang bisa untuk mengukur adanya detak jantung akan tetapi dari masukan fisik dan juga dari data kimia akan bisa di kombinasikan maka dari hasil yang sudah di dapatkan dari status berolahraga menjadi suatu objek lebih komprehensif lagi,” tegasnhya lagi.

No related content found.

Be Sociable, Share!