Berita Teknologi – Cerita Akhir Untuk Flexi, Akan Beralih Ke Telkomsel

Dari peraturan Menteri untuk penataan frekuensi di 800 MHz untuk jaringan yang bergerak seluler akan bisa di berlakukan tidak lama lagi ini. Telkom Flexi pun harus bisa secepatnya hengkang dari frekuensi tersebut.

Memang untuk selama ini, frekuensi 800 MHz memang sudah di penuhi oleh para pemain CDMA seperti di antaranya seperti Bakrie Telecom, Flexi, StarOne, dan Smartfren. Dan teruntuk dari Flexi, maka mereka akan bisa di harapkan bermigrasi ke Telkomsel.

“Untuk dari program migrasi itu yang sudah di siapkan dengan dana Rp1,9 triliun. Paling besar untuk di gunakan migrasi infrastruktur, yang paling utama adalah biaya sewa menyewa dari menara atau tower. Itu saja totalnya bisa mencapai Rp 1 triliun,” ujar dari Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo yang sudah di wawancarai oleh wartawan berada di Jakarta untuk hari ini, Rabu (10/9/14).

Seperti anggapan dari Indra, akan ada sekitar sebanyak lima juta pelanggan Flexi yang akan bisa di pindahkan ke jaringan Telkomsel. Akan tetapi dari perpindahan itu sepertinya tidak akan bisa berlangsung dengan sangat cepat. Telkom yang sudah berhasil untuk mendeteksi ada beberapa isu yang harus bisa segera di selesaikan terlebih dahulu.

“Bukan hanya masalah pelanggan, penggunaan dari frekuensi tersebut, dari sewa menara dan alat produksi. Semua itu memang membutuhkan solusi berbeda – beda untuk saat ini” ujar dari Indra menambahkan.

Telkom sendiri yang sudah mendapatkan waktu untuk melakukan migrasi sampai di akhir 2015 silam. Akan tetapi mereka mempunyai harapan kalau bisa di lakukan secepat mungkin. Bahkan dari targetnya bisa memakan waktu selama enam bulan saja.

“Nantinya, dari nama juga bisa di ubah, bisa seperti kartu As Flexi. Dari kualitas layanan akan setara dengan seluler lainnya, akan tetapi tarifnya akan bisa lebih menarik lagi,”  ujar dari Indra menjelaskan.

Telkom sendiri juga menjadi induk dari usaha Telkomsel. Hal ini sudah membuat perpindahan dari Flexi ke Telkomsel tidak akan bisa menyulitkan.

About The Author