Berita Teknologi Hacker – Peretas SEA Kembali Obrak – Abrik CNN

Setelah dari tiga hari yang lalu, dari grup peretas yang terkenal di dunia yang berasal dari Suria memberikan namanya dengan  Syrian Electronic Army (SEA) yang sudah berhasil untuk menyerang dari akun twitter dan juga dari blog resmi yang di miliki oleh Microsoft. Untuk kali ini berbeda lagi, Syrian Electronic Army (SEA) yang sudah berulah kembali untuk bisa melakukan peretasan lagi. Untuk saat ini SEA melakukan peretasan dan membajak dari akun twitter, facebook dan juga blog resmi yang di miliki oleh CNN.

Seperti yang di ketahui dari lansiran NBC News yang di rilis untuk hari kemarin, Jumat (24/1/14), sebutkan kalau CNN yang sudah membenarkan kejadian peretasan dari itu di lakukan di Twitter, blog dan facebook resmi mereka, terjadi pada tanggal 23 Januari 2014 kemarin lusa, tepatnya ada di pukul 06.00 sampai dengan 07.00.

Dari pihak CNN yang langsung untuk menghapus semua postingan yang sudah di tuliskan Syrian Electronic Army (SEA) di semua akkun jejaring sosialnya tersebut. Dari mereka yang juga katakan kalau dari tulisan-tulisn itu adalah palsu, dan hasil dari peretasan yang tidak betanggung jawab.

Seperti yang  sudah di tuliskan dari hasil kicauan rekayasa Syrian Electronic Army (SEA) di akun twitter resmi dari CNN, seperti di ketahui mereka sebutkan kalau Obama Bin Laden menjadi penguasa terror.

“Obama bin Laden merupakan salah satu teroris nomor satu  dan pembuat bir di bawah kendali negara Suriah untuk mengontrol Al-Qaeda.”

Sementara itu dari blog resmi CNN, SEA memberikan postigan seperti “AS untuk saat ini dalam keadaan darurat nasional dan Departemen Dalam Negeri yang sudah berada di jauh dari jangkauan,”

Ternyata itu adalah bentuk dari balas dendam oleh para grup peretas SEA itu. Sebelumnya dari mereka yang sudah di sebutkan oleh CNN kalau telah melakukan berita yang bias di Suriah. Ini yang menjadi kali keduanya CNN sudah di retas oleh para grup hacker SEA, dimana di bulan Agustus 2013 yang lalu,CNN juga sudah di retas oleh SEA.

About The Author

Reply