Berita Teknologi – Harusnya Pencemaran Nama Baik Dihapus Dari UUITE

Walaupun saat ini sudah semakin banyak pendapat yang bebas di utarakan berada di Internet, platform dunia tersebut yang juga memberikan suatu ancaman untuk penggunananya. Ancaman tersebut adalah aduan pencemaran nama baik yang berasal dari konten yang sudah di sampaikan melalui akun media social berada di semua situs.

Adapun beberapa kasus yang ada, pencemaran nama bakin melalui online sudah pernah untuk menghiasi adanya pemberitaan untuk beberapa saat lalu. Dari masalah yang di dapatkan oleh Prita Mulya Sari, Benny Handoko hingga Muhammad Arsyad yang sudah di kasuskan kepada polisi terkiat dengan menulis status Bbm (BlackBerry Messenger ) yang sudah di anggap menyudutkan martabat dari seseorang tersebut.

Menanggapi dengan masalah yang sudah terjadi seperti ini, Aloysius Wisnusubroto, yang menjadi pakar hukum Hukum Pidana Telematika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang di sebutkan pada hari ini Rabu (20/8/14) memberikan suatu pendapat agar dari pasal pencemaran nama baik berada di UU ITE sebaiknya dihapuskan.

Aloysius tersebut memang memberikan suatu alasan tegas kalau pasal tersebut akan bisa di manfaatkann dengan mudah oleh orang yang mempunyai suatu kuasa untuk menekan kepada orang yang lemah.

“Memang kini sudah banyak korban yang mendapatkan masalah seperti ini, maka dari itu sebaiknya ini bisa di hapus. Pencemaran nama baik itu memang subjektif, yang sering di gunakan para orang yang mempunyai kuasa,” ujar dari dirinya yang sudah di temui berada di hotel Borobuddur di dalam acara diskusi Membangun Tata kelola Internet Indonesia dengan Perspektif HAM.

Alysius menambahkan kalau adanya suatu kesenjangan atas perkembangan teknologi informasi yang saat ini semakin dinamis lagi, maka dari itu di antara pengguna teknologi harus siap segalanya.

“Perkembangan teknologi yang ada saat ini memang sudah di ikuti dari perkembangan budaya, kurang arif dan kurang bijaknya di gunakan berada di teknologi. Ada suatu kesenjangan kalau teknologi akan bisa cepat berkembang akan tetapi perilaku kita tidak bisa menyesuaikan,” ujar dari dirinya lagi.

About The Author