Berita Teknologi – Jangan Ragu Untuk Membeli Produk Huawei

 

Sudah dapat di ketahui kalau di akhir tahun 2012 lalu, perusahaan asal China Huawei dan juga ZTE telah di blokir di pasar Amerika Serikat atas komite intelijen setempat. Sangat menjadi suatu hasil buruk, karena di negara India dua perusahaan tersebut juga melarang untuk mengikuti tender.

Santer kabar yang telah sebutkan bahwa Huawei mempunyai suatu keterkaitan dengan militer China. Karena hal tersebut perlu di curigai, meskipun tidak bisa di buktikan dalam laporan yang di keluarkan yang sebutkan Huawei mempunyai suatu agenda tersembunyi dalam mematai-matai negara lain melalui pemasaran teknologi telekomunikasi.

“Masalah cybersecurity sedang hangat akhir-akhir ini. Dituding di balik serangan itu adalah China. Tapi bisa saya tegaskan, kendati Huawei berasal dari China. Kami menjamin tidak terlibat dan tidak mendukung serangan cyber seperti itu,” tampik Vice President Internasional Media Relation Huawei Technologies Scott Sykes, saat menjawab pertanyaan.

Scott sudah di wawancarai di Huawei Headquater bersama sejumlah media dari Indonesia memberikan keterangan, bahwa perusahaanya sudah berada di 140 negara dan melayani sepertiga dari populasi di seluruh dunia.

“Tapi tidak ada satupun dari klien kami yang komplain mengenai masalah ini. Jadi Huawei menjamin keamanan tiap Negara,” tukasnya.

Apabila di selidiki, kontribusi pendapatan terbesar Huawei justru 70% berasal dari luar China. Di mana mereka lebih booming  di Eropa dan Asia Pasifik. Kawasan Amerika menyumbang 15%, dan dari total itu tak lebih dari 1% kontribusi dari Amerika Serikat.

“Huawei melihat ini adalah masalah kompetisi. Kita bisa pahami AS adalah negara besar, banyak uang dikeluarkan untuk membangun telekomunikasi. Mungkin mereka ingin melindungi perusahaan dalam negerinya,” sebut Scott.

Sudah dapat di ketahui kalau saat ini Huawei masih terbentur masalah dan pemasukan di negeri Paman Sam belum terlalu tinggi, namun Huawei tidak akan mundur, mereka terus melakukan suatu terobosan baru.

Rencana Huawei memang berhasrat untuk bisa kendalikan pasar AS. Karena bagaimanapun, AS adalah Negara besar dengan market yang prestis. Di Negeri Paman Sam pun, Huawei sampai saat ini belum menutup pusat Research and Development yang ada di Santa Clara. Artinya, masih ada kemungkinan bagi Huawei untuk mengambil hati pasar AS.

 

Be Sociable, Share!