Berita Teknologi Nasional – Meme Lucu Cara Pengaduan Konten Dari Kemenkominfo

 

Berada di saat ini, bisa di ketahui banyak dari masyarakat umum yang mengerti bahwa dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI yang sudah mempunyai adanyai adanya wadah adanya suatu pengaduan dari beberapa konten-konten negatif yang berada di internet.

Maka dari itu, mengerti dari pihak kementerian kini sudah mulai untuk memasarkan adanya tempat pengaduan tersebut, khususnya melalui dari jejaring sosial. Dari Kemenkominfo sendiri yang sudah menyediakan adanya wadah laporan tersebut melalui dari email berada di alamat aduankonten@mailkominfo.go.id.

Suatu cara yang sudah di jalankan oleh Kemenkominfo tersebut untuk bisa mengiklankan adanya email pengauduan terbilang sangat menarik. Mereka yang sudah menggunakan suatu gambar meme atau yang disebut juga dengan konten lelucon, seperti gambar yang diberikan beberapa gambar-gambar konyol tentang hal tersebut.

Sampai dikabarkan dalam berita ini, Kemenkominfo yang sudah mengunggah adanya dua meme mengenai adanya tempat pengaduan konten negatif tersebut. Dari dua meme ini memang sudah ramai beredar berada di Twitter yang berada di media sosial yang ada saat ini.

Seperti salah satunya, Kemenkominfo yang sudah menggunakana adanya suatu adegan dari film Finding Neverland. Memberikan suatu informasi, meme yang menggunakan potongan dari film tersebut memang sudah marak untuk digunakan.

“Ayah, saya saat ini sudah menemui adanya suatu situs kekerasan radikalisme,” terang dari gambar anak kecil dalam meme tersebut. “Ya udah kita laporin saja ke aduankonten@mailkominfo.go.id,”jawab dari sang ayah kepada sang anak tersebut.

Wadah adanya pengaduan dengan menggunakan email itu sendiri memang sudah di buat oleh Kemenkominfo sebelumnya, Tifatul Sembiring.

Disebabkan karena adanya suatu konten beberapa video yang tidak bisa layak di tayangkan di indonesia seperti adanya propaganda dari para tentara militan ISIS dan juga dari adanya pernikahan siri online yang bisa merusak netizen Indonesia.

Memang dari pihak kementrian tersebut mengakui masih sangat sulit untuk bisa memblokir dari situs yang mempunyai muatan ajaran dan juga paham radikal tersebut. Karena dari kata kunci yang terkait adanya video itu sangat sulit untuk ditemukan.

Be Sociable, Share!