Berita Teknologi Terbaru – Angkatan Laut AS Menguji Rudal Pada Kapal Robot

 

Berita Teknologi Terbaru – Angkatan Laut AS saat ini menghadapi peningkatan ancaman dari kawanan perahu kecil yang digunakan oleh para teroris, bajak laut atau musuh negara. Pengujian baru telah menunjukkan suatu hal yang nyata bahwa mereka kekurangan personel. Kapal robot kecil yang dipersenjatai dengan rudal bisa menjadi solusi selain ini juga mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Angkatan Laut meluncurkan enam rudal dari permukaan kapal tak berawak – yang disebut sebagai kapal USV KEP – selama pengujian pada taggal 24 Oktober. Kapal robot sepanjang 36-kaki membawa kedua rudal dengan kaliber 36.

“Teknologi yang ditunjukkan dalam proyek ini dapat memberikan kemampuan untuk memerangi teroris yang menggunakan kapal kecil yang murah untuk mengangkut senjata mereka,” kata Mark Musa, asisten manajer program khusus Angkatan Laut AS.

Pengujian yang berhasil dapat menambah senjata lain untuk gudang senjata Angkatan Laut AS untuk melawan ancaman seranga perahu kecil oleh teroris sebagai bom bunuh diri seperti yang terjadi pada USS Cole pada tahun 2000. Negara-negara seperti Iran juga telah mempersenjatai angkatan laut mereka dengan kawanan perahu kecil yang bisa meluncurkan rudal atau torpedo dalam upaya untuk menembus pertahanan kapal perang Angkatan Laut AS.

Angkatan Laut AS sebelumnya telah mencoba beberapa pertahanan untuk menghadapi kawanan kapal, termasuk helikopter bersenjata dengan roket homing dan menara kapal pertahanan yang menggunakan laser dan senapan mesin.

Namun tes terbaru menggunakan perahu tanpa awak juga merupakan bagian dari pergeseran besar untuk menggunakan kapal robot, kapal selam, dan pesawat terbang. Angkatan Laut AS telah mulai bereksperimen dengan pesawat kecil yang dirancang untuk lepas landas dari geladak kapal induk.

Pada uji perahu tanpa awak, kapal robot Angkatan Laut dikendalikan oleh operator dari jauh Saat meluncurkan rudal pada target bergerak sejauh 2 mil (3,5 kilometer). Rudal Spike, merupakan senjata pelindung yang menggunakan sensor elektro-optik dan inframerah untuk mengidentifikasi target.

Pengujian itu dilakukan sebagai bagian dari proyek kontraterorisme bersama antara Israel dan Angkatan Laut Amerika Serikat.

 

Berita Teknologi Terbaru

Be Sociable, Share!