Berita Terbaru – 10 Sandera WNI Dibebaskan Militan Abu Sayyaf

Ini ada kabar yang baru dari keadaan tawanan WNI yang ada di tangan militan Abu Sayyaf. Kabarnya kini dari kepolisian Filipina berada di hari Minggu ini (1/5/16) menerangkan bahwa ada 10 pelaut dari Indonsia yang sudah di sandera oleh kelompok Abu Sayyaf terhitung sampai saat ini sudah 5 pekan lamanya.

“Ada beberapa orang yang di tengarai tidak di kenal mengantarkan dari 10 orang pelaut dan juga kru kapal tunda itu di serahkan kepada kediaman Gubernur Abdusakur Tan Jnr yang di ketahui berada di Pulau Jolo pada saat hujan lebat,” terang dari anggota petinggi kepolisian Jolo yang bernama Junpikar Sitin. Dari ke 10 sandera itu sudah di bebaskan untuk hari minggu. Dan kabar ini sudah di benarkan oleh  Wilfredo Cayat, anggota kepolisian Sulu.

Wilfredo Cayat yang menyebutkan sudah di antar ke depan kediaman Gubernur Sulu, mereka setelah itu di bawa masuk dan di berikan makanan. Karena terlihat kelaparan.

“Gubernur Tan yang sudah memanggil saya dan serahkan sebanyak 10 orang itu kepada ke pihak kepolisian. Kini kami sedang mempersiapkan untuk bisa bawa mereka ke pihak kantor konsuler berada di Zamboanga,” tearng dari Wilfredo Cayat yang sudah di jelaskan kepada laman The Inquirer menerangkan lebih terang lagi.

Wilfredo Cayat memberikan ungkapan tambahan, kalau dari 10 orang yang sudah di sandera para militan Abu Sayyaf ada di tanggal 28 Maret silam. Sampai saat ini masih belum ada keterangan lebih lanjut mengapa dari 10 sandera tersebut bisa di bebaskan.

Namun ada penjelasan yang lainnya dari seorang sumber yang menyebutkan bahwa uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sama nilainya dengan Rp 14 miliar sudah di bayarkan kepada kelompok militan Abu Sayyaf.

“Mereka yang seharusnya bisa di bebaskan antara hari Jumat dan Sabtu ada di satu tempat berada di kota Luuk,” terang dari sumber tersebut menerangkan lebih tegas lagi.

About The Author