Berita Terbaru – 150 Tahun, Wanita Terjelek di Dunia Akhirnya Dimakamkan

 

Setelah lebih dari 150 tahun meninggal dunia, seorang wanita yang dikenal sebagai ‘wanita terjelek di dunia’ akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya di Meksiko Utara pada Selasa (12/2/2013) lalu. Wanita ini lahir di Meksiko pada tahun 1834 dengan nama Julia Pastrana. Sejak lahir ia mengidap hipertrikotis dan gingival hyperplasia yang membuat wajahnya ditumbuhi rambut.

Ia juga memiliki rahang yang besar. Bentuk wajahnya yang demikian kemudian sering memperoleh julukan ‘wanita beruang’ atau ‘wanita monyet’. Semasa hidupnya ia menghabiskan seluruh hidupnya untuk berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memamerkan wajahnya yang dianggap aneh tersebut.

Pada pertengahan 1850an ia bertemu dengan seorang penyelenggara konser, Theodore Lent yang kemudian mengorbitkan Pastrana dengan menggelar konser di berbagai kota di Amerika dan Eropa. Menampilkan Pastrana yang bernyanyi dan menari. Keduanya pun kemudian menikah. Malang baginya, pada 1860 Pastrana meninggal dunia di Moskow setelah melahirkan seorang bayi lak-laki yang juga mengidap penyakit yang sama dengannya.

Bayi tersebut kemudian juga meninggal setelah beberapa hari kemudian. Lent kemudian tetap melanjutkan turnya dengan membawa jenazah anak dan istrinya yang telah diawetkan. Hingga beberapa decade dua jenazah ini terus saja berpindah tangan. Hingga akhirnya disimpan di Universitas Oslo di Norwegia.

Dan setelah sekian lama keduanya akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya. Saat hari pemakamannya tersebut, kota kecil Sinaloa de Leyva dipadati pengunjung yang ingin menghadiri pemakaman Pastrana tersebut. Pastrana dikubur dalam peti mati putih dan dihiasi bunga mawar putih.

Gubernur Negara bagian Sinaloa yang mengupayakan jenazah Pastrana dikembalikan ke tanah kelahirannya, Mario Lopez menuturkan bahwa Pastrana merupakan cerita yang inspiratif. “Bayangkan berbagai hinaan dan kekejaman yang dialaminya semasa hidupnya. Dan bagaimana bertahan hidup dengan semuanya. Dan saat aku mendengar kisah tentang wanita ini aku berkata jangan sampai ia dibiarkan terkurung di sebuah gudang entah dimana,”ujarnya.

Sementara itu seniman Meksiko yang tinggal di New York, Laura Anderson Batbata yang sudah hamper sepuluh tahun memimpin kampanye untuk memperjuangkan pengembalian jenazah Pastrana ke Meksiko untuk dikuburkan secara Katolik mengungkapkan bahwa pemakaman Pastrana sangat indah.

 

 

Artikel Unik

Be Sociable, Share!