Berita Terbaru Dunia – Kerusuhan Mesir, Sejumlah Kota Kini Berstatus Darurat

 

Presiden Mesir Mohammed Morsi akhirnya mengumumkan status darurat untuk sejumlah kota di bagian Mesir setelah beberapa hari diguncang rusuh. Status darurat ini diberlakukan di tiga kota sepanjang Terusan Suez, serta wilayah sekitarnya. Kota-kota tersebut di antaranya Port Said, Suez dan Ismalia.

Diberlakukan jam malam antara pukul 21:00 sampai 06:00 pagi di kota-kota tersebut, dan setidaknya akan dilangsungkan hingga 30 hari mulai Senin (28/1).

33 orang diberitakan meninggal setelah terjadi rangkaian aksi kekerasan selama akhir pekan di Port Said, setelah vonis pengadilan setempat keluar. Sementara di Suez dan Ismalia, ketidakpuasan warga pada pemerintahan Presiden Morsi akhirnya mengangkat kerusuhan semakin besar.

Kerusuhan belum juga surut Minggu malam, di mana kelompok anti-Morsi yang menggelar aksi protes besar-besaran di Ismalia terlibat bentrokan dengan polisi hingga mengeluarkan gas air mata.

Sementara itu di ibukota Mesir, Kairo, Lapngan Tahrir pun menjadi tempat aksi demonstrasi kubu oposisi yang hari Minggu (27/1) juga terlibat bentrok dengan pasukan keamanan untuk hari keempat setelah tiga hari berturut-turut di tempat yang sama.

Kubu liberal yang anti-Morsi melakukan pertentangan terhadap pemerintahan Morsi yang dianggap sebagai otokrat yang memaksakan konstitusi baru, padahal konstitusi tersebut tak sejalan dengan nilai-nilai kebebasan berekspresi dan berpendapat terutama menyangkut isu keagamaan.

Konstitusi baru tersebut sedianya telah disahkan dalam referendum nasional Desember lalu. Konstitusi tersebut tak hanya satu-satunya yang dipermasalahkan, pemerintah juga dipersalahkan atas makin buruknya kondisi ekonomi negara.

Dalam siaran pidatonya di televisi, Presiden Morsi berdalih akan menempuh langkah lain “demi Mesir” yang ia anggap merupakan “kewajibannya” sebagai presiden.

“Saya telah katakan bahwa saya sendiri tidak suka kondisi darurat seperti ini. Namun saya juga harus mengatakan bahwa memang itu yang harus dilakukan demi menghentikan pertumpahan darah dan melindungi rakyat, dan pasti saya lakukan,” ungkap presiden.

“Jika harus, saya akan lakukan banyak hal lainnya juga demi Mesir. Ini kewajiban saya dan saya tidak akan ragu melakukannya.”

 

 

Berita Terbaru Dunia

Be Sociable, Share!