Berita Terbaru Dunia – Ledakan Meteor Rusia Tak Terprediksi

 

Teknologi antariksa manusia saat ini memang sudah semakin canggih. Pasalnya, teknologi yang ada saat ini sudah memiliki kemampuan untuk bisa mendeteksi jika adanya benda-benda antariksa yang memiliki potensi besar untuk menghantam bumi. Salah satu teknologi dari negara maju seperti Rusia dan Amerika Serikat itu memang tidak perlu diragukan lagi kecanggihannya. Akan tetapi, ternyata adanya kecolongan yang dialami manusia saat terjadinya ledakan meteor di Rusia pada Jumat (15/02/2013) yang lalu.

Pertanyaan yang saat ini terngiang-ngiang adalah mengapa manusia beserta teknologi canggih yang telah diciptakan masih bisa kecolongan dan tidak berfungsi seperti apa yang diharapkan awalnya?

“Memang ada yang aneh dalam insiden tersebut. Meteor meledak tapi tidak terdeteksi. Tentu saja banyak pihak yang bertan-tanya. Akan tetapi, memang kemungkinan adanya keterbatasan sistem dalam mendeteksi benda-benda di langit yang ukurannya kecil namun jaraknya jauh,” tutur salah seorang sumber, Dr. Hakim L. Malasan selaku ahli Astronomi ITB.

Hakim juga menuturkan bahwa jika benda angkasa memiliki ukuran sekitar kurang dari 30 meter, maka termasuk kategori benda kecil.

Hal sama juga diungkapkan oleh Thomas Djamaluddin selaku astrofisikawan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN).

“Asteroid memiliki ukuran yang sangat kecil dan keberadaannya memang sulit sekali untuk bisa terdeteksi dengan alat secanggih apapun.”

Ia juga menambahkan bahwa sekarang ini, obyek-obyek yang berada di luar angkasa yang jaraknya tidak jauh dengan bumi dapat dideteksi menggunakan metode optik. Hal tersebut terkait karena kecerlangan pada obyek itu. Akan tetapi, memang harus diakui bahwa metode tersebut masih memiliki keterbatasan untuk bisa mendeteksi benda-benda di angkasa yang ukurannya kecil.

“Untuk bisa mendeteksi asteroid dengan ukuran yang kecil itu memang bukanlah hal yang mudah karena obyeknya sangat redup, apalagi jika jaraknya memang jauh dan tidak terjangkau.”

“Kalau memang terdeteksi, paling tidak asteroid itu ada pada jarak yang dekat dengan bumi dan memang kita sulit untuk mencegahnya. Berbeda sekali jika dibandingkan dengan asteroid 2012 DA14 yang mudah untuk dikenali,” lanjutnya.

Asteroid 2012 DA14 itu sendiri diketahui melintasi Bumi tepatnya pada Sabtu (16/2/2013) dini hari.

Thomas menuturkan bahwa asteroid yang memiliki ukuran kecil yang memiliki potensi besar untuk menghantam bumi memang sempat terdeteksi. Sayang, hal tersebut ternyata secara tidak sengaja. Tepatnya di tahun 1008 silam, Asteroid tersebut memang diketahui menyambar wilayah Sudan, Afrika.

 

 

Berita Terbaru Dunia

Be Sociable, Share!