Berita Terbaru Dunia – Pasukan Israel Telanjangi Dua Jurnalis Reuters

 

Prajurit Israel melakukan tindakan tercela dimana mereka melakukan pemukulan terhadap dua orang jurnalis yang berasal dari media Inggris, Parahnya, kedua jurnalis tersebut tidak hanya dipukuli, namun mereka juga menelanjanginya

Seakan tidak puas dengan melakukan pemukulan dan menelanjangi kedua journalis tersebut, pasukan dari Israel itu juga melesakkan tembakan gas air mata kepada kedua jurnalis yang sedang menjalani tugas mereka untuk melakukan peliputan. Tidak hanya jurnalis Reuters juga yang mendapatkan perilaku tidak baik, namun juga sikap itu dilakukan kepada dua orang jurnalis lokal Palestina yang diperiksa secara paksa.

Yousri Al Jamal dan Ma’moun Wazwaz selaku kameraman dari Reuters mengungkapkan bahwa pasukan Israel yang memang sedang bertugas patroli, secara tiba-tiba menghentikan mobil mereka dan memaksa mereka untuk keluar dari mobil. Dari situlh, mereka melakukan penyerangan kepada mereka dan memukuli menggunakan gagang senapan.

“Pasukan patrol Israel (IDF) menuduh mereka bekerja untuk B’Tselem yang dikenal sebagai lembaga HAM yang selalu menyiarkan pelanggaran yang terjadi di Tepi Barat. Prajurit itu menyita identitas mereka dan memakas mereka untuk membuka pakaian mereka sampai tersisa pakaian dalam saja.”

“Hal tersebut juga dialami oleh jurnalis dari Palestina. Mereka memaksa jurnalis tersebut untuk berlutut dengan tangan di belakang kepala.”

Reuters juga menambahkan bahwa salah satu prajurit Israel itu melepaskan gas air mata saat keempat jurnalis diperiksa. Kemudian, prajurit tersebut langsung pergi dan meninggalkan mereka. Jamal dan Wazwaz sendiri pergi dari lokasi kejadian itu sekitar 200 meter, namun tidak lama prajurit dari Israel itu kembali melepaskan tembakan gas air mata.

Pemimpin redaksi dari Reuters sendiri langsung mengajukan protes kepada Pemerintah Israel.

“Kami sudah melaporkan aksi kekerasan yang dialami jurnalis. Kami juga melayangkan ketidakpuasan kami atas apa yang dilakukan oleh prajurit Israel itu,” tukas Stephen J. Adler, pemimpin redaksi dari Reuters.

Sementara itu, juru bicara militer Israel sudah mengungkapkan bahwa mereka telah memerintahkan penyelidikan atas kasus ini. Akan tetapi, mereka menolak untuk memberikan informasi sebelum penyelidikan selesai dilakukan.

 

 

Berita Terbaru Dunia

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts