Berita Terbaru Hari ini – Kapal KM Karya Indah Naas Tenggelam

 

Ada suatu berita baru yang menjadikan musibah di negara kita lagi, yaitu adanya kapal yang tenggelam di wilayah Samarinda, Kalimantan. Kapal tersebut bernama KM Karya Indah yang sudah tenggelam di Sungai Mahakam kemarin, Rabu (17/4/2013).

Mengerti akan adanya insiden tersebut, kepolisian langsung bertindak dengan cepat menuju ke tempat insiden KM Karya Indah. Kapal tersebut telah di nahkodai oleh Tedi Noor Arifin (21) kini sudah bersama kepolisian dan di mintai beberapa keterangan terkait dari indisiden kapal tenggelam tersebut.

“Nakhoda diperiksa di Polsek Pelabuhan. Dia masih trauma belum bicara banyak untuk menjelaskan kepada penyidik,” kata Kapolsek Pelabuhan Kompol Harun Purwoko saat ditemui wartawan di RS Trauma Centre, Loa Janan, Samarinda, Rabu (17/4/2013) malam.

Walaupun tidak banyak yang di jelaskan oleh Tedi, akan tetapi keterangannya tidak jauh berbeda dengan yang di sampaikan banyak para korban yang sudah selamat yang bisa di jadikan saksi oleh peristiwa tersebut.

“Kapal (KM Karya Indah) dari dermaga PT Kalamur yang ada di Loa Buah menuju dermaga PT Melapi (di Loa Janan). Saat tidak jauh dari dermaga yang dituju, air masuk di bagian depan kapal,” ujar Harun.

“Penumpang yang berlarian ke belakang, mempercepat kapal tenggelam yang diawali dari bagian depan hingga menenggelamkan seluruh badan kapal. Diduga kelebihan penumpang,” tambahnya.

Ditemui dalam keadaan terpisah di sekitar lokasi, ada ungkapan dari  perusahaan PT Kalamur (Kayu Lapis Asri Murni) sebutkan kalau kapal nahas itu masih layak berlayar dan dilengkapi dengan pelampung. Masih layak di isi oleh 50 penumpang.

“Kapal masih layak. Kenapa saya bilang ada 50 orang di atas kapal karena itu saya ketahui dari kepala kerja yang membawahi 50 orang penumpang. Semuanya karyawan Kalamur,” kata Kabag HRD PT Kalamur, Aan Setiawan.

Pernyataan tersebut memang berbeda dengan korban dan saksi yang lebih jelas dari insiden tersebut.  Aan menceritakan sebelum tenggelam, kapal dalam keadaan mati mesin saat mendekati dermaga di Loa Janan.

“Mesin mati begitu mendekati dermaga, ada air muncul di dalam kapal. Situasi panik karena sebagian besar penumpang adalah perempuan. Tidak, jumlah 50 orang di atas kapal itu tidak berlebihan,” tegasnya.

 

 

Be Sociable, Share!