Berita Terbaru Hari Ini – Negara Kita Dapatkan Banyak Minus di Karenakan Rokok

Kabar dari industri rokok saat ini. Rokok memang boleh memberikan klaim akan kontribusinya untuk membayar cukai untuk negara kita ini. Akan tetapi dari Kementrian Kesehatan sudah mempunyai sautu perhitungan sendiri, yang sudah menghasilkan sautu perhitungan yang baru. Di mana cukai yang di hasilkan dari rokok tersebut memang lebih kecil di banding suatu pengeluaran negara akibat dari rokok tersebut.

Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Kementerian Kesehatan di Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehtan Lingkungan memberikan suatu perkataan kalau pendapatan dari negara dari cukai sudah dapat di hitung sebanyan 55 triliun Rupiah. Dari hasil tersebut memang berbanding jauh dari pengeluaran makro negara yang dalam setiap tahunnya bisa sampai 254,41 triliun rupiah.

Jika di ketahui lebih detail lagi pengeluaran yang sebesar tersebut antara lain untuk bisa membayar berbagai keperluan yang di antaranya sebagai berikut :

1. Biaya untuk membeli rokok dengan besaran 138 triliun rupiah
2. Biaya untuk pasien rawat inap dan rawat jalan mencapai 2,11 triliun rupiah
3. Tidak adanya lagi produktiv yang  di karenakan kematian dini dan morbiditas maupun disabilitas  105,3 triliun rupiah

Sudah dapat di ketahui kalau Rokok adalah suatu barang yang bisa menghilangkan produktivitas karena bisa menjadi suatu ancaman besar munculnya banyak penyakit tidak menular dan sangat kronis. Dari contoh sang professor Tjandra Yoga banyak ancaman terjadi untuk para perokok yang sangat dekat yaitu jantung koroner, stroke dan juga kanker.

“Dari hal ini sudah memberikan indikasi bahwa banyak dana untuk pengeluaran makro yang sudah di akibatkan dari rokok tersebut sangatlah besar di banding dengan cukai yang di hasilkan  oleh rokok untuk negara ini,”ujar dari Prof Tjandra Yoga di saat ada acara yang membicarakan masalah akibat rokok.

Prof. Tjandra Yoga juga memberikan suatu ungkapan kepada wartawan kalau jumlah banyaknya perokok di dunia ini Indonesia sudah menjadi negara yang menempati tiga besar yang paling banyak di dunia. Di posisi puncaknya masih di duduki China dan lanjutya India.

 

 

 

About The Author

Reply