Berita Terbaru Hari Ini – Tiket MRT Lebih ‘Terjangkau’ dengan Ruang Ritel di Stasiun Transit

 

Ke depan, lebih banyak orang akan bisa menikmati sistem Mass Rapid Transit (MRT) di bawah skema baru yang ditawarkan oleh pengembang, PT MRT Jakarta. Pengembang mengatakan sistem angkutan baru ini akan memungkinkan harga tiket menjadi lebih murah.

PT MRT Jakarta telah mengajukan proposal untuk mengkomersilkan stasiun MRT dengan penyewaan ruang di stasiun untuk penyewa ritel, yang nantinya akan bisa menurunkan tarif yang lebih rendah untuk para konsumen.

Presiden Direktur, Tribudi Rahardjo mengatakan dalam dengar pendapat di Balaikota, Rabu, bahwa dengan pengembangan dan komersialisasi stasiun MRT, pemerintah kota bisa menghitung kembali subsidi untuk operasi MRT, dan memungkinkan harga tiket akan ditetapkan pada harga dasar Rp 8.500 per orang per perjalanan.

Tanpa subsidi, tarif MRT bisa mencapai Rp 35.000 per orang per perjalanan.

“Kami mengusulkan pembangunan yang berorientasi pada konsep transit [TOD]. Dana yang dihasilkan dari penyewaan ritel dapat digunakan untuk subsidi tiket, “kata Tribudi.

Namun, ia mengatakan keputusan akhir tentang harga tiket MRT diserahkan kepada kepada gubernur.

“Angka [harga tiket dan subsidi kota] belum final sampai saat ini. Kami hanya mengajukan beberapa pilihan, “katanya, menambahkan bahwa angka final akan diumumkan setidaknya tiga bulan sebelum MRT mulai beroperasi.

Biaya untuk pembuatan sistem MRT tahap pertama dengan jarak 15,7 kilometer yang menghubungkan Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat telah diperkirakan sekitar US $ 1710000000dari yang akan akan didanai melalui pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Gubernur Joko “Jokowi” Widodo bersemangat untuk melanjutkan pembangunan proyek yang terhenti tahun ini menyusul kesepakatan pemerintah pusat untuk membayar 49 persen dari pinjaman dan sisanya sebesar 51 persen akan ditanggung oleh pemerintah Jakarta.

Jokowi mengatakan timnya akan mempelajari usulan pembuatan tempat ritel ini secara menyeluruh.

Anggota masyarakat yang menghadiri sidang yang menuntut peran yang lebih aktif dalam proyek, mendapatkan persetujuan Jokowi tentang proposal untuk membentuk tim evaluasi untuk meningkatkan pengawasan publik.

Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Erlan Hidayat, juga mendukung gagasan tersebut.

 

 

Berita Terbaru Hari Ini

Be Sociable, Share!