Berita Terbaru – Hartati Murdaya Dijatuhi Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

 

Terdakwa kasus suap pengurusan sertifikat Hak Guna Usaha dan Izin Usaha Perkebunan lahan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Siti Hartati Murdaya akhirnya dijatuhi hukuman selama dua tahun delapan bulan oleh pihak berwenang, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dengan vonis yang dijatuhkan kepada wanita itulah, tentunya memberikan titik terang terhadap kasus yang sebelumnya masih simpang siur.

Menurut pernyataan dari hakim, pemilik Grup Berca itu memang sudah terbukti melakukan tindak penyuapan terhadap mantan Bupati Buol, Amran Abdullah Batalipu, dalam mengurus perizinan lahan perkebunan kelapa sawit itu.

“Maka dengan ini, hakim memutuskan untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Siti Hartati Murdaya, dengan pidana kurungan penjara selama dua tahun delapan bulan dikurangi masa tahanan, dan memerintahkan terdakwa untuk tetap ditahan,” tukas Hakim Ketua, Gusrizal Lubis ketika membawakan putusan tepatnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Menurutnya, Hartati terbukti melakukan kesalahan atas dakwaan pertama,yaitu Pasal 5 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang sudah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto pasal 55 ayat 1 ke-(1) KUHP.

Tidak hanya itu saja, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp150 juta, dan apabila Hartati tidak mampu membayar, maka akan diganti kurungan selama tiga bulan lamanya. Majelsi Hakim juga memerintahkan untuk mengambil uang dengan nilai lebih dari Rp200 juta yang disita dalam perkara ini.

Majelis Hakim juga melakukan pertimbangan, hal yang memberatkan Hartati adalah dia menjadi penyebab tidak meratanya iklim investasi di wilayah Timur Indonesia, dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sementara itu, pertimbangan meringankan adalah karena Hartati berjasa dalam berperan untuk membangun perekonomian daerah, sopan dalam persidangan serta belum pernah dihukum.

Putusan Hartati itu jelas saja lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Hartati dengan pidana penjara selama lima tahun dikurangi masa tahanan, dan denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan.

 

Berita Terbaru

Be Sociable, Share!