Berita Terbaru – Hasil Autopsi Mirna, Polisi Buktikan Ada Racun Dalam Kopi

 

Setelah melakukan pembujukan kepada pihak keluarga, maka dari kepolisian kini pada akhirnya sudah bisa untuk melakukan proses autopsi kepada salah satu jenazah yang telah meninggal dunia karena misterius. Jenazah dari Wayan Mirna Salihin berusia 27 tahun telah meninggal dunia berada di kedai kopi yang di kawasan Grand Indonesia, Jakarta. Dari hasil autopsi yang sudah di lakukan oleh pihak kedokteran berhasil sebutkan kalau adanya suatu kematian yang tidak wajar berada di jenazah Mirna.

Proses autopsi ini memang sudah di lakukan oleh anggota polisi berada di tanggal 9 Januari 2016 kemarin, di Rumah Sakit Pusat Polri yang terletak di Kramat Jati, Jakarta Timur. Autopsi sudah di lakukan setelah dari anggota kepolisian yang telah membujuk kepada pihak keluarga agar bisa mendapatkan pesetujuan dalam membantuk penyelidikan polisi. Mereka adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Khrisna Murti dan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Musyafak.

Adapun proses penyelidikan autopsi ini kepada jenazah Mirna sudah di lakukan dari dua tim yang dimana sudah di pimpin oleh dr Rif dan juga dr Slamet Purnomo, dan ada bantuan dari Kepala Bidang Kedokteran, Komisaris Besar Musyafak.

“Dari hasil autopsi, kini sudah di dapatkan bahwa terjadi suatu pendarahan yang ada di lambung jenazah,” terang dari Kombes Musyafak untuk hari ini, Minggu (10/1/16).

Dari hasil penyelidikan, terjadinya pendarahan tersebut adalah adanya suatu zat yang mempunyai sifat korosit atau asam pekat yang dimana akan bisa merusak jaringan lambung jenazah. Ada suatu kemungkinan, zat itu adalah zat sianida. Ada di beberapa kasus, sianida sudah bisa membuat lambung sesorang menjadi rusak dan pendarahan.

Sebelum hembuskan nafas terakhirnya, Mirna bersama dengan dua rekannya telah nongkrong dan ngopi berada di sebuah kedai kopi terdapat di Grand Indonesia di tanggal 6 Januari lalu. Si almarhum Mirna telah memesan es kopi Vietnam seketika langsung menderita kejang-kejang, hanya menyeruput satu sedotan saja.

Be Sociable, Share!