Berita Terbaru – Hotman Paris: Dakwaan ke Raffi Justru Melanggar Hukum

 

Pengacara Hotman Paris Hutapea menilai BNN tidak bisa menjadikan artis Raffi Ahmad sebagai tersangka karena narkotika yang dikonsunsi Raffi belum diatur di Indonesia. Bahkan menurutnya, penetapan presenter Dahysat itu sebagai tersangka oleh BNN melanggar hukum, tepatnya KUHP Pasal 1.

“Itu peraturan yang sudah dipakai sejak lama dan bertahun tahun. Oleh karena itu, penetapan tersangka oleh BNN sebenarnya tindakan salah,” ujar Hotma, Jumat, (1/2).

Pasal 1 Ayat 1 KUHP menyebutkan bahwa sebuah perbuatan tidak dapat dipidana kecuali diatur dalam perundang-undangan terkait. Dalam pasal 2, disebutkan apabila sebuah undang-undang diubah setelah perbuatan dilakukan, digunakan undang-undang yang paling menguntungkan terdakwa.

Berdasarkan hal inilah lalu Hotman mengatakan bahwa BNN menetapkan Raffi tersangka, padahal dasarnya belum diatur undang-undang Narkotika. Ia mengungkapkan Meskipun zat yang dikonsumsi Raffi adalah turunan zat yang disebutkan dalam undang undang, tidak semata-mata dapat diartikan Raffi bisa ditetapkan sebagai tersangka yang sah.

“Jangankan di Indonesia, dasar penetapan ini juga berlaku di banyak negara. Makanya saya katakan, BNN melakukan kesalahan,” tegas Hotma.

“Dalam Pasal 111 yang didakwakan kepada Raffi, ada 65 golongan jenis. Tapi tidak ada methylon ataupun keturunannya, secara yuridis formal berlaku KUHP pasal 1,” lanjutnya.

Sejak digiring ke kantor BNN dari kediamannya bersama 16 orang lainnya sejak Minggu (27/1), sejumlah pemeriksaan menghasilkan Raffi Ahmad ditetapkan sebagai tersangka. Ia diyakini mengkonsumsi narkotika jenis methylon, menguasai 14 butir narkotika jenis tersebut, beserta dua linting ganja.

Hotman, meski demikian tetap mengacungi jempol kerja keras BNN dalam mengusut kasus sesuai prosedur. Dia hanya meminta BNN menghapus sangkaan terhadap Raffi atas penggunaan methylon.

“Kami salut kepada BNN, tapi harus tetap dalam koridor hukum. Jadi BNN tetap harus menghilangkan pidana soal methylon meskipun mereka positif menggunakan zat itu,” urainya.

Sebaliknya untuk soal ganja, Hotman mendukung untuk pemeriksaan terhadap Raffi. Karena menurutnya, untuk barang yang satu ini memang sudah jelas aturannya dalam undang-undang.

“Ya nggak usah ditanya kalo ganja, jelas ada di golongan 1. Tinggal dibuktikan saja soal kepemilikannya,” pungkas Hotman.

 

Berita Terbaru

Be Sociable, Share!