Berita Terbaru – Hujan Reda, Warga Membersihkan Rumah Mereka

 

Saat hujan terus turun maka para warga yang mengalami bencana banjir tentu tidak bisa berbuat apa-apa. Namun begitu hujan reda dan banjir mulai surut para warga pun mulai bergerak membersihkan rumah mereka. Salah satunya para warga yang membersihkan rumah mereka di Kampung Pulo, Jakarta Timur pada Minggu (20/1/2013) kemarin.

Genangan air yang mulai menyusut membuat banyak warga segera memilih untuk meninggalkan tempat pengungsian. Banyak diantara mereka yang memutuskan segera pulang untuk mengepel lantai rumah dan menyelamatkan perabotan yang penuh dengan lumpur.

Di daerah Bekasi, beberapa warga yang membersihkan genangan air justru memperoleh berbagai jenis ikan. Sementara itu di Jalan M.H Thamrin para petugas mulai melakukan pembersihan dengan menggelontorkan lumpur sisa banjir yang berbau dan tidak enak dilihat tersebut. Pemerintah pun berharap kawasan tersebut tidak lagi dilanda banjir.

Banjir yang terjadi di Jakarta tersebut selain dipicu oleh derasnya hujan juga luapan yang terjadi di beberapa sungai yang berhulu di Bogor. Sungai-sungai tersebut meluap ketika wilayah Bogor diguyur hujan yang lebat. Nah, banjir kiriman inilah yang membuta warga di daerah bantaran Kali Ciliwung kelabakan karena banjir yang merendam rumah mereka.

Hingga saat ini hujan masih sering turun sehingga ancaman banjir di Ibu Kota belum berakhir. Itulah sebabnya warga tetap diingatkan untuk selalu waspada. Saat ini banyak warga Jakarta yang membutuhkan bantuan. Karena tidak sedikit dari mereka yang tidak sempat menyelematkan barang-barang mereka. Belum lagi keperluan air bersih, tempat mandi, buang air besar dan lainnya.

Sementara itu belum juga direalisasikannya program penanggulangan banjir selama ini dinilai pengamat perkotaan, Yayat Supriatna karena pemerintah terlalu fokus pada pembangunan proyek-proyek yang besar dan melupakan proyek yang memiliki skala lebih kecil.

Salah satu contoh misalnya saat pemerintah tengah serius membangun Kanal Banjir Timur kemudian kali-kali kecil yang berada di sekitar kanal tersebut luput tidak dikeruk. Akibatnya terjadilah sedimentasi. “Sangat disayangkan meskipun terdapat kanal besar namun air yang ada tidak bisa mengalir dalam kanal tersebut. Sangat percuma,”ujarnya.

 

Berita Terbaru

Be Sociable, Share!