Berita Terbaru Indonesia – 6 Kesalahan yang Seringkali Dilakukan Para Investor

 

Setiap investor pastinya melakukan kesalahan. Dalam berinvestasi, ada beberapa yang relatif tidak berbahaya, namun yang lainnya memiliki potensi besar untuk menjadi bencana.

Bahkan, ada satu momentum dimana kesempatan baik untuk anda saat berada dalam kondisi financial yang lebih baik. Namun karena kadangkala kegagalan untuk bisa memperbaiki kesalahan akan mempengaruhi kemampuan untuk meraih keuntungan.

Akan tetapi, memang harus disadari benar bahwa banyak hal yang perlu dipertaruhkan saat anda ingin berinvestasi, seperti contohnya bekerja lebih lama, atau harus menurunkan standar hidup Anda.

Untuk menghindari hal itulah, ada tujuh macam kesalahan yang harus diperhatikan agar tidak salah langkah ketika mengalirkan investasi untuk meningkatkan keuangan.

1. Alokasikan investasi kepada aset yang potensial.
Pengalokasian aset menjadi keputusan investasi yang terpenting. Akan tetapi, kebanyakan investor tidak tahu menahu apa aset mereka yang sebenarnya. Untuk itulah, anda perlu memahami dengan benar apa aset yang dimiliki.
2. Pastikan uang tunai Anda terus bertambah.
Memiliki lebih banyak uang tunai berdampak buruk? Sebagian investor merasa takut saat mengalami krisis keuangan pada tahun 2008. Hal ini secara nyata telah menimbulkan dampak psikologis para investor dengan tidak “mempercayai” pasar saham dan perekonomian. Hal ini menyebabkan mereka meninggalkan portofolionya dan lebih memilih untuk menimbun uang tunai.
3. Membayar biaya ekses yang berlebihan.
Banyak investor yang tidak benar-benar tahu berapa banyak mereka harus membayar manajemen investasi. Alhasil, mereka seringkali membayar dengan budget yang lebih besar.
4. Manajemen pajak
Banyak orang yang tidak menukai pajak. Banyak pula investor yang menjauhkan diri dari pajak karena menganggapnya terlalu rumit, membosankan dan memakan waktu. Akan tetapi, manajemen pajak yang salah akan menyebabkan kerugian usaha sebesar lebih dari 25% bagi investasi jangka panjang yang Anda miliki.
5. Kegagalan memperhitungkan inflasi merupakan salah satu kesalahan besar bagi semua investor. Inflasi sendiri diperlukan untuk menguruk pengembalian investasi dan juga bermanfaat untuk mengikis nilai portofolio.
6. “Hidup” dari suku bunga.
Salah satu kesalahan saat berinvestasi adalah “mementingkan” pendapatan bunga dan dividen. Secara sederhana, pensiunan banyak yang memilih sekuritas besar sehingga mereka dapat menghasilkan pendapatan tinggi. Bunga dari investasi ini kemudian kerap diandalkan sebagai sumber penghidupan. Padahal faktanya, keuntungan modal juga mampu memberikan manfaat ekonomi dengan nilai yang sama besarnya seperti dividen serta pendapatan bunga.

 

 

Berita Terbaru Indonesia

Be Sociable, Share!