Berita Terbaru Indonesia – Ahok Marah-Marah Ada Pemblokiran SMP Negeri 289

 

Suatu aksi dari blokade dari jalan akses masuk ke gedung SMP Negeri 289 yang berada di Jakarta Utara yang sudah membikin sang wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang akhirnya merasa sangat geram. Wakil Gubernur DKI Jakarta yang tidak terima jika memang ketua RW yang telah memberikan suatu tuntutan ganti rugi miliaran rupiah dengan melakukan blokade jalan.

“Memang sedikit akan Rp. 3 miliar tersebut, mau merampok kita ? enak saja,” ujar seorang pria yang menjadi pendamping Joko Widodo yang juga sering di panggil dengan nama Ahok tersebut setelah di temui di Balikota DKI Jakarta,hari Senin kemarin (8/7/2013).

Basuki memang telah memberikan suatu ketegasan kalau dirinya nanti akan memeriksa  dulu memang memberikan suatu masalah yang berada pada sekolah tersebut agar bisa di tentukan suatu langkah dari penyelesaikan tersebut. Akan tetapi dirinya telah memberikan suatu kepastian dari insfrastruktur pendidikan yang memang sudah di rancang agar tidak akan di sia-siakan, lebih pentingnya nanti akan di gunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dari Gubernur DKI Jakarta yang bernama Joko Widodo yang juga telah memberikan suatu perhatian kepada masalah tersebut. Dirinya telah memberikan suatu ungkapan akan melakukan suatu pemeriksaan secara langsung akan masalah dari SMPN 289 tersebut langsung ke tempatnya.

“Memang itu tanahnya sudah jelas milik dari kita semua, kemudian ada suatu klaim dan nanti aksesnya akan di tutup,” ujar dari sang Gubernur tersebut.

Dari permasalahan lahan SMPN 280 tersebut akan di mulai dari suatu klaim para warga yang berasal dari RW 05 dari sang ketua RW nya yang bernama Haji Gubar yang sudah meminta suatu ganti rugi yang jumlahnya sangat besar, hingga miliar rupiah. Semenjak tahun 1987 dirinya sudah memberikan suatu pengakuan kalau sudah menggarap adanya tanah yang luasnyan 2,8 hektar tersebut.

Di saat di bangunya sekolah itu di tahun 2009 lalu, ketua RW tersebut sudah memberikan suatu peringatan kepada Pendidikan DKI Jakarta untuk bisa mengganti rugi dari lahan yang sudah di gunakan.

“Dari awalnya yang akan di bangunnya sekolah ini sudah saya beritakan kalau lahan ini mohon di bayar terlebih dahulu. Akan tetapi mereka bilang saya suruh santai saja pak Haji,” ujar dari Haji Guber tersebut kepada Warta Kota.

 

 

 

Be Sociable, Share!