Berita Terbaru Indonesia – Indonesia Sudah Temukan Card Reader untuk E-KTP

Suatu kabar baru lagi yang membahas tentang masalah e-KTP di dalam beberapa hari hari ini banyak yang sebutkan kalau e-KTP tersebut memang tidak di anjurkan untuk bisa di gandakan dengan fotokopi karena nantinya bisa merusak  chips dari e-KTP tersebut.

Kini ada suatu kabar baru yang beritakan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kini sudah menciptakan suatu prototipe yang beruwujud card reader yang di gunakan untuk membaca e-KTP,alat ini sudah di ciptakan dari dalam negeri kita.  Dengan banderol sebesar Rp. 5  juta sudah siap untuk di perjualkan. Apakah anda bisa menginginkan suatu card reader untuk e-KTP ini ?

“Bisa mencapai harga rendah jika memang nantinya ada yang membeli dalam volume besar. Harga bisa sampai 5 juta kebawah, negosiasi masih bisa di handalkan dalam pemasaran dalam alat card reader ini,” pernyataan dari sang Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Hammam Riza yang sudah di wawancarai oleh wartawan selasa kemarin.

Dari sanggahan sang direktur tersebut memberikan suatu informasi kalau besarnya komponen dari e-KTP tersebut beserta card reader masih membutuhkan barang dari impor. Apalagi dari bahan chips tersebut.

Walaupun begitu,alat card reader yang sudah di  ciptakan oleh BPPT itu sudah di yakinkan kalau tak hanya suatu alat rakitan yang biasa saja kualitasnya. Banyak program yang sudah di kompatibelkan dengan apa yang di butuhkan e-KTP tersebut.

Dan di saat Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT telah membuat suatu acara seminar berserta dengan para pesertanya datang  dari para anggota sudah ungkapkan kalau semua dari kalangan pengusaha itu untuk bisa mempunyai alat tersebut, karena bisa memudahkan untuk membaca e-KTP. Apalagi yang berasal dari perusahaan BUMN dan juga perusahaan besar lainnya.

“Jika nantinya akan di produksi dengan jumlah yang banyak, maka yang harus di lakukan adalah mengujji akan standarisasinya. Hal ini tidak sepenuhnya akan di lakukan oleh BPPT, namun juga dari tim teknis yang berasal dari Kemendagri, Kampus maupun Lembaga Sandi Negara,” ujarnya lagi.

“Dan siapa  saja bisa melakukan dengan alat ini,” tukasnya.

 

 

 

About The Author

Reply