Berita Terbaru Indonesia – Status Gunung Tangkuban Perahu Ditetapkan Menjadi Normal

Sebelumnya, aktivias Gunung Tangkubanparahu dikhawatirkan akan meningkat dan menggangung aktivitas sehari-sehari yang dilakukan oleh para warga sekitar yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi tersebut. akan tetapi, selama beberapa bari belakangan ini, aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Tangkubanparahu terus-menerus mengalami penurunan. Sebelumnya, gunung yang berada di Jawa Barat tersebut ditetapkan berada dalam status Waspada (level II). Akan tetapi, sekarang ini, statusnya sudah ditetapkan normal kembali (level I).

Perubahan status terhadap Gunung Tangkubanparahu itu baru terjadi pada Senin (18/3/2013) sore tepat pada pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, sejak hari Sabtu, 21 Februari 2013 lalu, gunung tersebut ditetapkan berstatus Waspada.

“Setiap harinya, aktivitas vulkanik di Gunung Tangkubanparahu mengalami penurunan dan hari ini tepatnya status Gunung Tangkubanparahu diturunkan dari waspada menjadi normal. Alasannya karena adanya penurunan gempa vulkanik dalam serta gempa vulkanik dangkal. Selain itu, tidak ada lagi tremor-tremor yang terekam yang menghabiskan waktu yang lama,” tukas Surono selakuKepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi. Tidak hanya itu saja, di sekitar daerah karah utama Gunung Tangkubanparahu, Kawah Ratu juga mengandung kadar gas beracun yang rendah dan relative mengalami penurunan, yakni H2S serta gas CO2 yang masih dalam batas aman untuk kehidupan warga yang ada di daerah sekitarnya.

“Sebelumnya, gas CO2-nya berjumlah 5,2 ton per hari, namun emisinya sekarang ini sudah mengalami penurunan menjadi 2,1 ton per hari. Itu masih aman bagi kehidupan manusia,” tambahnya.

Dengan diturunkannya status gunung Tangkubanparahu dari Waspada menjadi Normal, maka penurunan pun juga dilakukan untuk radius bahaya. Jika sebelumnya radius bahayanya sekitar 1,5 km dari Kawah Ratu (dalam keadaan Waspada), sekarang dalam status Normal kawasan bahayanya hanya berada di sekitar kawah.

“Untuk status normal, wisatawan atau masyarakat hanya tidak diperbolehkan untuk memasuki Kawah Ratu serta Kawah Upas. Para pedagang juga untuk sementara waktu tidak menginap pada malam hari. Walaupun gas di sekitar Gunung Tangkubanparahu sudah mengalami penurunan, namun ketika cuaca mendung atau pada malam hari tetap akan terjadi akumulasi gas di sekitar kawah tersebut.”

Ia juga mengatakan bahwa Gunung Tangkubanparahu baru saja meletus walaupun letuasannya tidaklah besar. Akan tetapi, letusan freatik tersebut menyisakan sebuah lubang kawah atau biasa dikenal solfatara yang ukurannya masih lebar. “Ya kalau cuaca mendung akan terjadi akumulasi gas yang tinggi. Jadi, para pengunjung hanya diperbolehkan berada di luar kawah saja,” tandasnya.

 

Berita Terbaru Indonesia

About The Author

Reply