Berita Terbaru – Kedua Tersangka Pembunuh Wartawati Mengaku Sering Dihantui Korban

Berdasarkan dari informasi terbaru, ada suatu berita yang sangat menarik masih tentang pembunuhan kepada seorang wartawati untuk beberapa saat lalu. Dimana dari seorang pembunuh dari wartawati Noerbaety Rofiq yang di mana bernama Deni Setiawan dan Hafit Ubaidilah yang merasa sangat gelisah ketika dari mereka yang sudah sering untuk bermimpi buruk tentang sang korban. Berada di dalam mimpina, Noerbaity masih membayangi mereka berdua.

Ubay yang di ketahui adalah sapaan akrab dari Hafit Ubaidilah yang dimana sudah di temui berada di Mapolresta Depok untuk hari Rabu kemarin, (22/7/15) sudah sempat untuk jatuh meriang. Dirinya merasa kalau tidak tahan untuk bertemu sang kroban berada di dalam mimpinya. Terlebihnya lagi kalau Ubay sendiri yang juga sudah menghujani Baety dengan tusukan sebanyak sembilan kali di tubuhnya.

“Saya merasa sangat takut kepada dirinya pak. Di setiap kali kebayang saya selalu meminta maaf kepada sang almarhum,” terang dari sang pria yang mempunyai tato tersebut dengan masih lesunya karena sakit.

Dirinya memberikan pengakuan kalau perasaan salah dan juga dari penampakan sosok Baety berada di dalam mimpinya sudah membayanginya semenjak dirinya sebelum di tangkap oleh anggota polisi.

“Saya sudah sering melihat dirinya berada di jendela, ada juga di kamar, dan juga ada di pintu. Kalau mimpi saya juga sangat takut ketika bisa bertemu dengan dirinya,” tuturnya menjelaskan.

Kondisi dari kedua tersangka yang sudah sering di bayangi suatu rasa bersalah juga sudah di benarkan salah seorang tersangka yang lainnya bernama Sarifudin.

“Kalau memang saya sendiri tidak pernah untuk di mimpiin. Yang sering tuh dari Deni dan juga Ubai. Kalau mereka mimpi sering kali untuk mengigau karena mereka sangat ketakutan dengan sosok sang korban,” terang dari Udin yang sudah menceritakan akan kondisi dari kedua rekan-rekannya tersebut ketika berada di dalam tahanan. Ini menjadi kegelisahan dari mereka berdua setelah membunuh sang wartawati untuk di rampok itu.

About The Author