Berita Terbaru – Klaim Asuransi Banjir Bisa Capai 3 Triliun

 

Diperkirakan, nilai jumlah klaim banjir di Jakarta yang terjadi sejak Kamis (17/1) ini mencapai Rp 3 triliun. Jumlah ini bertambah dari perkiraan sebelumnya karena bertambahnya kawasan yang tergenang.

“Perkiraan kami nilai jumlah klaim pada tahun ini menyangkut asuransi properti dan kendaraan bermotor akibat banjir meningkat 50 persen atau mencapai Rp3 triliun dibandingkan klaim banjir yang terjadi pada 2007,” demikian dituturkan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Kornelius Simanjuntak dalam konferensi pers di Jakarta.

Menurut Kornelius, estimasi klaim misalnya untuk kendaraan bermotor mungkin mencapai Rp 50 miliar. Area yang tergenang banjir pada kawasan pemukiman elite dan pusat bisnis akibat jebolnya bendungan Latuharhary, seperti Pluit dan Jatiasih membuat adanya peningkatan perkiraan jumlah klaim asuranis ini. “Dan juga karena terjadi kenaikan nilai pertanggungan dari objek-objek yang diasuransikan,” katanya.

Kornelius juga mengatakan sampai Selasa setidaknya, belum banyak laporan klaim yang diterima perusahaan asuransi anggota Asosiasi Asuransi Umum Indoensia (AAUI).

“Saat ini masih ada banyak wilayah yang tergenang air. Sementara pada daerah yang sudah surut rakyat masih fokus pada aktifitas pasca banjir (recovery pada bangunan dan kendaraan)”.

Kondisi ini menurut Kornelius menjadi alasan mengapa jumlah klaim yang terjadi belum bisa dipastikan. Kepastian jumlah jelas mesti menunggu laporan dari seluruh tertanggung masuk pada perusahaan asuransi dan proses pembayaran klaim yang jelas membutuhkan waktu cukup lama.

Sementara itu anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani, berharap perusahaan asuransi untuk benar-benar merealisasikan kewajiban pembayaran klaim pada masyarakat yang menderita kerugian akibat banjir.

“Kerugian tersebut mengacu pada jaminan polis yang telah dikeluarkan,” ungkap OJK yang juga mengatakan akan melakukan pengawasan pada perusahaan asuransi dalam proses pelayanan klaim masyarakat yang mengalami kerugian.

“Hal itu dilakukan untuk menjamin agar semua klaim yang liable dapat ditangani dengan baik dan cepat oleh perusahaan asuransi,” pungkasnya.

 

 

Berita Terbaru

Be Sociable, Share!