Berita Terbaru – Listrik Padam Saat Banjir, Kerugian PLN Mencapai Rp116 M

 

PT PLN (Persero) mengaku bahwa total perkiraan kerugian yang dialami karena listrik padam ketika di banjir Jakarta mencapai angka sebesar Rp116 miliar.

“Banjir yang menggenang di PLTGU Muarakarang yang memaksa untuk mematikan unit pembangkit listrik menyebabkan kerugian teknis di sisi pembangkitan diperkirakan mencapai angka Rp 20 miliar,” tukas Ngurah Adnyana selaku Direktur Operasi Jawa Bali PLN.

Dia pun menuturkan bahwa kerugian sementara di sisi distribusi dan transmisi diakibatkan karena peralatan rusak lantaran tergenang air, masing-masing mencapi angka 91 miliar rupiah dan 5 miliar rupiah. Banjir juga menyebabkan PLN kehilangan kesempatan penjualan energi listrik total mencapai Rp45 miliar.

“Total kerugian yang dialami oleh PLN sendiri diperkirakan mencapai angka Rp116 miliar,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kerugian terbesar karena terganggunya pasokan listrik ketika bencana banjir adalah masyarakat tidak bisa menggunakan listrik PLN untuk kegiatan pendidikan, ekonomi, dan lain-lain dalam kehidupan sehari.

Seperti yang kita ketahui bahwa Jakarta yang dilanda banjir pada Kamis 17 Januari kemarin menimbulkan banyak kerugian baik materi ataupun non materi. Genangan air banjir itu juga membuat para korban banjir tidak dapat menikmati aliran listik selama beberapa hari.

Selain karena areanya tergenang oleh air, listrik dimatikan dengan alasan keamanan. Selain itu juga karena pembangkit listrik serta gardu listrik juga digenangi oleh air.

“Sejumlah air yang tidak tergenang air juga harus mengalami pemadaman listrik karena gardu distribusi yang memasok area tersebut tergenang air.”

Pada keadaan darurat bencana tersebut, PLN sendiri masih berupaya secara maksimal untuk mengerahkan segenap sumber daya secepatnya untuk memulihkanpasokan listrik kepada para pelanggan PLN.

Adapaun semenjak 22 Januari 2013, pembangkit listrik Muara Karang telah beroperasi kembali setelah sebelumnya digenangi air yang mmenyebabkan operasi pembangkit terganggu dan menurunkan kemampuan pasokan listrik ke Jakarta. Begitu juga dengan transmisi listrik semuanya telah pulih.

Pada 18 Januari lalu karena terjadinya banjir, 1.847 gardu padam, maka hingga dengan Sabtu 26 Januari semua gardu sudah dapat dioperasikan lagi. Hanya sejumlah daerah yang masih tergenang oleh air masih dipadamkan listriknya sampai banjir benar-benar surut.

 

 

Berita Terbaru

Be Sociable, Share!