Berita Terbaru – MUI Masih Membutuhkan Bukti Untuk Putuskan Gafatar Itu Sesat

 

Kabar tentang masalah organisasi yang ada di Indonesia saat ini memang harus bisa di filter lebih lanjut lagi. Seperti dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang  kabarnya mengumumkan fatwa tentang Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara yang dimana beberapa waktu ini sudah meresahkan dengan banyak masyarakat di Indonesia. Banyak sekali dari orang yang telah menghilang karena gerakan tersebut.

“Untuk kelanjutannya nanti berada di awal Februari nanti akan bisa kita umumkan,” teran dari seorang pengurus Komisi Pengkajian dan Peneliti MUI yang bernama Ridha Salamah setelah mengikuti adanya pertemuan tertutup berada di Kantor kesbangpolinmas DIY berada di hari kemarin, Minggu (17/1/16).

Dirinya sudah menjelaskan kalau adanya cara seperti Focus Group Discussion yang menjadi salah satu bagian dari peneliti sudah terkait dengan gerakan Gafatar. Nantinya keputusan masalah fatwa bisa di rilis berasal dari MUI pusat.

“Nantinya dari FGD akan bisa di lakukan berada di Palembang dan Aceh,” ujarnya menjelaskan.

Walaupun sudah ada semacam dugaan kalau dari Gafatar menjadi aliran sesat, tetap membutuhkan adanya bukti yang lebih signifikan lagi. Termasuk untuk memberikan bukti bahwa Gafatar bentuk lain dari organisasi seperti Al-Qiyadah al-Islamiyah yang telah di pimpin oleh Ahmad Musadeq. Dimana dari organisasi tersebut sudah di nyatakan menjadi aliran sesat semenjak tahun 2007 oleh MUI.

Jika nantinya Gafatar terbukti ingin bisa menyatukan ajaran Islam, Kristen dan Yahudi maka dari itu nantinya Gafatar akan terbukti sesat. Karena sangat berlebihan di dalam mengubah ketentuan di dalam agama Islam.

“Jika dari mereka menyebutkan kalau bukan dari ajaran Islam, maka itu tidak masalah,” pungkasnya.

Kehilangan dari beberapa warga khalayak ini juga di duga mereka bergabung bersama dengan Gafatar, berdasarkan keterangan dari Ridha, tidak bisa di lakukan untuk menduga kalau itu adalah sesat. Karena masih membutuhkan banyak informasi lebih detail lagi.

“Itu masih belum bisa di katakan kesesatan,” terangnya.

No related content found.

Be Sociable, Share!