Berita Terbaru Nasional – Kini FDR AirAsia Sudah Selesai Diunduh

 

Tatang Kurnadi yang menjadi Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, sudah memberikan kepastian kalau seluruh data dan informasi yang tersimpan dalam Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data recorder (FDR) kini sudah berhasil untuk di unduh.

“Kini dari semuanya memang sudah berhasil untuk di unduh. Percakapan berada di CVR ada selama 2 jam 4 menit, saat ini lagi berada di dalam proses transkripsi. Sementara data FDR sedang dalam konversi sebelum bisa di dengarkan dan di teliti,” terang dari Tatang Kurnadi yang berada di kantor KNKT Jakarta, hari ini Jumat (16/1/15).

Sesuai dengan adanya ketentuan audit keselamatan International Civil Aviation Organization (ICAO), seperti ungkapan darinya, seluruh hasil pemeriksaan awal baik itu berupa adanya hasil transkripsi dan juga dari hasil sinkronisasi data yang berasal dari CVR dan juga FDR, kini masih di rahasiakan. Terkecuali dari hal-hal yang layak untuk di publikasikan.

Ada tiga azaz yang menjadi dasar akan adanya investigasi yang masih wajib untuk di patuhi oleh KNKT, yang di mana seperti ‘No Blame, No Judical dan No Liability’.

“Dari hasil investigasi langsung ditujukan untuk bisa memperbaiki adanya system penerbangan yang ada di negara kita ini. Jadi bukan memberikan salah kepada pihak manapun (no blame), tidak untuk mendapatkan ganti rugi (no lability) dan tidak untuk suatu peradilan (no judicial),” terang dari Tatang menjelaskan.

Mengenai kendala yang ada, Tatang mengakui sangat optimis pihaknya bisa merampungkan dari semua hasil investigasi yang mereka lakukan. Dalam kurun waktu yang ditetapkan sekurangnya selama 12 bulan dari ICAO, cukup memberikan ruang dalam proses investigasi dapat di lakukan lebih mendetail dan komprehesif lagi.

“Sampai saat ini memang masih belum ditemukan adanya kendala. Negara kita yang sudah cukup mempunyai pengalaman dalam menganalisa isi dari BlackBox tersebut. Setidaknya sudah sebanyak 150 blackbox yang memang sudah kami tangani saat ini. Jadi saya rasa kami masih bisa menyelesaikannya,” terang TAtang.

No related content found.

Be Sociable, Share!