Berita Terbaru Politik – Kalla Mengisyaratkan Mengikuti Pemilihan Presiden tahun 2014

Berita Terbaru Politik – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan mempertimbangkan tawaran lain untuk pemilihan presiden pada 2014.

“Jika Anda membutuhkan saya, maka mari kita wujudkan. Ya atau tidak? Terserah Anda” kata Kalla dengan humor kepada wartawan di Hotel Atlet Century di Jakarta, Senin,.

Pernyataan Kalla mengikuti beberapa survei yang telah memilihnya sebagai favorit pada tahun 2014.

Menurut salah satu survei terbaru tersebut yang disusun oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Kalla adalah calon yang paling disukai-di antara ketiga responden, setelah Letnan Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Kalla, anggota Partai Golkar yang saat ini ketua Palang Merah Indonesia (PMI), disukai oleh 11 persen responden, belakang Prabowo, ketua Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra), sebesar 14,5 persen, dan Megawati, yang ketua dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), pada 14,4 persen.

Mantan wakil presiden berada sedikit di atas Ketua Umum Partai Golkar Aburizal “Ical” Bakrie (9,8 persen), Wiranto dari Partai Hati Nurani Rakyat (4,1 persen), Sultan Hamengku Buwono X, mantan Golkar (2,4 persen), dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional (1,6 persen).

Analis Politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsyah mengatakan bahwa titik kuat Kalla adalah rasa percaya dirinya. Orang-orang terus mendukung Kalla meskipun tiga tahun yang lalu ia gagal untuk menjadi presiden pada tahun 2009.

Sebagai wakil presiden untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009, Kalla menengahi kesepakatan perdamaian di Maluku dan Poso pada tahun 2002 dan di Aceh pada tahun 2005.

Kalla juga dipuji karena kepemimpinannya dari Palang Merah Indonesia, terutama setelah perundingan yang sedang berlangsung ia telah memimpin dengan pemerintah Myanmar dalam menyelesaikan masalah Rohingya.

Keputusan Golkar untuk mencalonkan Aburizal resmi sebagai calon presiden pada 2014 itu belum final, kata Iberamsyah. “Bahkan jika Kalla gagal untuk memenangkan dukungan dari Golkar, dia bisa mendapatkannya dari koalisi partai-partai kecil untuk memenuhi ambang batas presiden 20 persen.”

Dr King mengatakan kepada The Independent: “The Last Supper adalah satu-satunya pekerjaan yang tak seorang pun – baik gila atau akademik – telah mencoba untuk mengidentifikasi sebagai potret Leonardo.”

Bloomsbury Publishing akan mempublikasikan penelitian terbarunya tentang Leonardo dan The Last Supper pada tanggal 30 Agustus.

 

Berita Terbaru Politik

About The Author

Reply