Berita Terbaru Politik – Tanggapan Jokowi Dan Ahok Atas Udar Pristono

Udar Pristono, Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam pengadaan bus Transjakarta. Sebelumnya, Kejaksaan Agung juga telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus koruspsi lain yakni Sekretaris Dishub DKI Jakarta, Drajat Adhyaksa serta Setio Tuhu, kuasa pengguna anggaran tender dalam pengadaan bus Transjakarta.

Menanggapi hal tersebut, Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta enggan untuk memberikan komentar atas penetapan salah satu anggota tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP. Menurut Joko Widodo, keputusan itu adalah wewenang hukum yang berlaku.

“Ya itu kan wewenang hukum serta wilayah hukum yang berlaku.”tutur Joko Widodo setelah bertemu dengan Dubes di Restoran Kunstkring Paleis yang terletak di Menteng, JakPus, 12 Mei 2014.

Menurut Jokowi, pada saat ini Udar masih belum diberhentikan dari jabatannya karena masih menantikan vonis dari hakim.”Ya kan masih belum diputuskan benar atau tidak. Itu kan belum ada vonis dari hakim.”ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah resmi menetapkan Udar Pristono sebagai seorang tersangka. Pristono diduga telah terlibat dalam kasus tindakan korupsi dalam pengadaan armada bus Transjakarta sebesar Rp. 1 Triliun serta pengadaan bus dalam program peremajaan angkutan umum reguler sebesar Rp. 500 Miliyar.

“Tim Penyidik akan kembali menambah jumlah menjadi 2 tersangka setelah mendapatkan bukti yang cukup akan adanya tindak pidana korupsi tersebut yang telah dilakukan bersama.”ujar Setia Unsung Arimulyadi, Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaj Purnama atau Ahok terlihat dingin menanggapi penetapan Udar Pristono menjadi seorang tersangka. Menurut Ahok, penetapan tersebut tidak akan mempengaruhi program pemerintahan yang saat ini tengah dia jalani.

“Saya nggak ngaruh, dia mau jadi tersangka atau apa juga terserah.”tutur Ahok, 12 Mei 2014 di Balai Kota DKI Jakarta.

Meski begitu, Ahok tidak menampik jika dirinya merasa geram terhadap kasus korupsi tersebut.”Siapa yang enggak marah jika dia mengambil uang negaranya sendiri.”imbuh Basuki Tjahaj Purnama.

About The Author