Berita Terbaru Terkini – Ingin Damai, Farhat Abbas Tawari 500 Juta Pada Anton Medan

Ramdan Effendi, selaku dari ketua komunitas Persatuan Islam Tionghoa Indonesia atau yang biasa disingkat PITI mengungkapkan bahwa ia sempat didatangi oleh salah seorang suruhan dari Farhat Abbas. Menurut pria yang kerap disabat Anton Medan itu, suruhan dari Farhat Abbas ingin menawarkan uang untuk berdamai dengan tujuan untuk tidak memperpanjang masalah yang terjadi di Twitter.

“Ada sejumlah orang yang diutus oleh Farhat dan meminta untuk berdamai. Ada uangnya juga waktu mereka datang. Saya diminta berdamai dan tidak memperpanjang masalah kicauannya di twitter. Jumlahnya sendiri mencapai Rp500 juta,” tutur Anton.

Anton sendiri mengaku upaya yang tengah dilakukan oleh kubu dari Farhat itu karena adanya dua laporan yang dilayangkan untuknya salah satunya dari Himpunan Advikat Muda Indonesia (HAMI) Ramdan Alamsyah serta Yusuf Hamka selaku Masyarakat yang beragama muslim dan keturunan asli Tiong Hoa Indonesia. Keduanya sama-sama datang ke polisi dan melaporkan sikap dari Farhat Abbas itu sendiri.

“Saya pikir dia (Farhat) mengira kalau Ramdan dan Yusuf Hamka ikut melaporkannya karena ikut-ikutan saya. Jadi, kalau memang saya tidak mengurus perkara yang terjadi, maka mereka juga akan melupakannya begitu saja.”

Anton juga menjelaskan terkait kedatangannya mengunjungi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya karena memiliki tujuan untuk mensosialisasikan proses mengenai pencerdasan pada lapisan masyarakat dalam mengutarakan pernyataan di social media atau bahkan ke publik.

“Saya mengurus perkara ini bukan ada dendam pribadi atau sentiment ke dia. Saya hanya memiliki tujuan untuk memberikan pengarahan yang lebih cerdas agar masyarakat lebih menjaga bicara di social media. Kejahatan di dunia maya sangat kejam.”

Anton mengakui bahwa jika pernyataan yang mengandung SARA itu keluar dari mulut tukang becak atau yang lainnya, ia tidak akan mempermasalahkan. Akan tetapi, sangat disayangkan kalimat tersebut dikeluarkan oleh salah seorang pengacara yang seharusnya tahu bagaimana cara bersikap dan berbicara dengan baik dan benar.

Anton sendiri nantinya akan didampingi dua orang saksi saat menghadap Polda Metro.

“Saya didampingi oleh Pak Budiarto dan Haji Abdullah. Mereka berperan sebagai saksi. Ini sesuai dengan apa yang diminta oleh penyidik. Masing-masing dari mereka yang pertama kali melihat kicauan twitter yang dikeluarkan oleh Farhat.”

 

 

Berita Terbaru Terkini

About The Author

Reply