Berita Terbaru – Wartawan Alami Tindak Kekerasan Saat Akan Mewawancarai Aher

 

Usai pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih Kota Bekasi di gedung DPRD Kota Bekasi, beberapa awal media mengalami tindak kekerasan oleh satuan petugas saat akan mewawancarai Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Salah satu awak media yang mengalami tindak kekerasan tersebut adalah Erik Hamzah, pewarta Radio Republik Indonesia (RRI). Menurutnya para Satgas tersebut melarang mereka untuk melakukan peliputan. Padahal para petugas Satuan Polisi Pamomg Praja yang mengawal jalannya pelantikan telah mempersiapkan lokasi dan waktu bagi para wartawan. Sehingga para wartawan lebih mudah ketika akan melakukan wawancara dengan Ahmad Heryawan.

Hanya saja dalam penuturannya, saat mereka ingin melakukan peliputan para satgas justru melarang dan mendorong mereka. Dalam pengakuan Erik, ia sempat disikut di bagian dada oleh satuan petugas yang diperkirakan dari sebuah partai politik yang mendukung pasangan wali kota baru.

Tindak kekerasan tersebut juga tidak hanya dialami oleh Erik namun juga pewarta lainnya. Misalnya koresponden Trans 7, Dedi Beben. Ia mengaku memperoleh pukulan di bagian perut oleh satuan petugas yang menggunakan seragam berwarna kuning. Beben mengaku sempat berteriak agar pemukulan tersebut dihentikan. Hanya saja para petugas tersebut justru semakin garang melawan dan tidak segera melerai dan menghentikan tindak kekerasan yang terjadi.

Sejak awal dalam penuturan Beben, Gubernur Ahmad Heryawan sama sekali tidak melarang para awak media untuk melakukan tugas mereka untuk melakukan peliputan. Beben memperkirakan adanya tindak arogansi tersebut berasal dari satuan petugas partai yang mengawal gubernur. Menurutnya satuan petugas partai tersebut terlalu berlebihan.

Saat terjadinya peristiwa tersebut media berita terbaru ruangkabar melansir, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan justru sempat melerai tindak kekerasan yang dilakukan para satuan petugas tersebut kepada para awak media. Aher juga mengaku tidak memiliki masalah dengan adanya para wartawan yang memang ingin mewawancarainya. Pada kesempatan tersebut ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak minta memperoleh pengawalan dengan ketat. Atas terjadinya insiden tindak kekerasan tersebut, Aher juga meminta maaf terhadap awak media. Ia berharap insiden tersebut tidak membuat para wartawan menghukumnya dengan tidak mewawancarainya kembali.

 

 

Be Sociable, Share!