Berita Terkini Banjir – Banjir Reda, Infrastuktur Hancur

Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan di wilayah Jakarta akibat banjir besar yang melanda inu kota Indonesia tersebut selama beberapa hari lalu. Yang paling dirasakan masyarakat tentu adalah kerusakan jalan. Separator busway maupun jalan berlubang banyak ditemui di sepanjang jalan, termasuk di Jakarta Barat.

“Separator busway ada yang hilang karena banjir. Tapi tidak bisa dideteksi hilangnya ke mana karena waktu banjir kemarin jalan-jalan banyak yang dijadikan contraflow, itu makanya separatornya banyak diangkat sama warga,” ungkap Marjuki, koordinator lapangan koridor 3 busway Kalideres-Harmoni di Jakarta hari Senin (21/1).

Sementara itu selain separator busway, jalan berlubang juga banyak ditemukan di jalur-jalur Transjakarta. Lubang-lubang ini berpengaruh cukup besar karena menghruskan supir busway menurunkan kecepatan demi menghindari terjadinya kecelakaan. Pagar taman-taman pinggir jalan pun ikut mengalami kerusakan yang cukup besar.

Tak hanya jalur busway, jalur umum pun dipantau banyak yang berlubang. Jalan sepanjang Daan Mogot misalnya, dari arah Jelambar hingga Rawa Buaya mengalami kerusakan parah yang bisa saja membahayakan pengendara kendaraan. Tidak adanya tanda atau rambu bagi pengguna jalan yang memberikan informasi mengenai jalan-jalan yang berlubang tentu membuat situasi semakin membahayakan. Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta merespon kondisi ini dengan mengerahkan truk pasir, semen, dan mobil pikap untuk menutup lubang di beberapa ruas jalan agar resiko jalan yang rusak bisa dikurangi.

Jalan didepan samsat Daan Mogot, Jakarta Barat sampai dengan Rawa Buaya sebelumnya tergenang air sampai ketinggian satu meter karena luapan air dari Kali Mookervart. Jalan lain misalnya Jalan Pangeran Tubagus Angke juga tergenang banjir sepanjang 1 kilometer yang menyebabkan jalan-jalan menjadi rusak.

Tak hanya kerusakan infrastuktur, sampah yang menumpuk menjadi kendala lalu lintas jalan di Jakarta. Sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari pun tertumpuk di sepanjang jalan besar maupun gang-gang kecil. Di Jakarta Timur, Kepala Dinas Kebersihan setempat Apul Silalahi mengimbau kerjasama masyarakat untuk mengumpulkan sampah di pinggir jalan agar mudah diangkut.

“Kemarin sore kami angkat 40 kubik sampah yang bertumpuk di depan Jalan Otista, sedangkan hari ini kami sudah angkut 160 kubik sampah dengan menggunakan 4 truk Sudin Kebersihan, 2 truk tronton, dan 5 pikap kebersihan,” ungkapnya.

 

 

Berita Terkini Banjir

About The Author

Reply