Berita Terkini – Data Di Mapolres OKU Ikut Terbakar karena Serangan

Pelayanan masyarakat di Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) kmbali pulih usai mengalami penyerangan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI (7/3) lalu. Saat ini, Mabes Polri pun tengah mencari jalan untuk melakukan perbaikan gedung yang sempat menjadi sasaran amuk para pelaku penyerangan tersebut.

“Kami telah mendapatkan laporan dari Kapolres jadi ya pelayanan masyarakatnya sudah kembali berjalan seperti biasanya. Untuk soal pembangunan kembali, kami masih membicarakannya lebih lanjut. Hal paling penting adalah pelayanan masyarakat tidak berhenti usai insiden tersebut,” tukas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius.

Ia pun menjelaskan bahwa masalah mengenai perbaikan gedung yang dirusak itu tengah ditangani oleh para tim yang ditugaskan untuk mendata kerugian yang ditimbulkan. Menurut Suhardi, pendataan administrasi yang juga ikut terbakar saat insiden itu menjadi pekerjaan yang tidak mudah.

“Permasalahannya saat ini adalah ruangan reserse yang juga kebakar yang mana tidak bisa dinilai dengan uang karena perlu dilengkapi kembali berkas-berkasnya. Selain itu juga ada data-data personelnya. Semuanya terbakar dan saat ini kita coba inventaris kembali data-data apa saja yang hilang dan itu menjadi pekerjaan yang tidak mudah,” tambahnya.

Sekarang ini, tugas utamanya adalah melakukan backup data-data itu. “Bapak Kapolri and Kapolda sedang memerintah Polres OKU untuk membackup data untuk bisa mengembalikan semuanya. 80 persen yang sekiranya terbakar dan itu adalah angka yang cukup besar.”

Sementara itu, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendatangi tiga polisi yang diketahui menjadi korban penyerangan yang dilakukan oleh anggota Yonarmed 15/76 Martapura.

Ada sekiranya empat anggota DPR RI yang dipimpin oleh Laode Ida, selaku Wakil Ketua Divisi I meminta kronologis insiden penyerangan yang dilakukan kepada Mapolres OKU dan Mapolsek Martapura.

“Menurut dari sejumlah korban, ternyata sebelum insiden pembakaran itu memang sempat terjadi aksi teror di polsek dua kali. sampai saat ini bisa disimpulkan bahwa insiden itu terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak TNI dan Polri mengenai tewasnya PRATU Heru Oktavianus lantaran terkena tembakan yang dilakukan oleh Brigadir BW pada 27 Januari lalu,” tukasnya.

Setelah mendatangi korban, anggota DPD itu akan menemui Kapolda Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, serta Bupati OKU untuk menyelediki dan mendalami kasus ini.

 

Berita Terkini

About The Author

Reply