Berita Terkini Dunia – PM Australia : Manusia Perahu Harus Di Usir

Jenderal Moeldoko, yang menjadi Panglima TNI baru saja mendapatka telepon yang berasal dari Panglima Militer yang berasal dari Australia untuk beberapa waktu yang lalu. Dalam suatu pembicaraan tersebut, dari panglima militer yang berada di Australia memberikan ketegasan kalau negaranya akan mengusir para imigran gelap yang sering di sebut dengan manusia perahu. Mereka di anggap oleh aussie berasal dari Indonesia.

“Baik itu dari crew kpan orang Indonesia. Mereka akan memaksa untuk mendorong dari kapal itu untuk bisa kembali ke Indonesia dengan paksa,” ujar dari Jenderal Moeldoko memberikan akan isi pembicaraannya dengan panglima militer Australia tersebut.

Seperti dari Australia yang sudah memberikan penyampaikan akan sikap tegas yang mereka dengan adanya penyelundupan imigran gelap yang sudah masuk ke tanah mereka. Apalagi terjadi di saat dari Indonesia yang sudah membekukan dari kerjasama militernya, untuk beberapa waktu yang lalu.

Bisa di ketahui, negara republic Indonesia yang sudah membekukan dari beberapa kerja sama dengan pihak Australia terjadi pada bulan November 2013 lalu. Seperti dari salah satunya adalah patrol bersama untuk mencegah adanya imigran gelap yang berada di perairan.

Indonesia melakukan pembekuan dari kerjasama keamanan ini adalah buntut dari skandal yang masih belum mereda. Seperti dari penyadapan yang sudah di lancarkan oleh pihak Australia ke Presidan Susilo Bambang Yudhoyono dan juga sang istrinya, serta juga dari beberapa tokoh RI di tahun 2009 lalu.

Jenderal Moeldoko memberikan penjelasan lagi, sikap tegas dari militer Australia itu seperti dari keputusan yang sudah di tegaskan oleh Perdana Menteri Ton Abbott setelah adanya pembekuan kerja sama keamanan tersebut.

Ini yang di anggap oleh Moeldoko tindakan yang wajar saja. Mereka merasa tertekan jika tidak adanya kerja sama.

“Naitan dari PM mereka saya akui, ini memang menjadi niat baiknya,” ujar darinya. Kini memang banyak penyelundup seperti dari pencuri suaka berada di Australia.

About The Author

Reply