Berita Terkini Hari Ini – Agus Marto Yakin Maju Jadi Gubernur BI

 

Agus Martowardojo, selaku Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa dirinya akan mempergunakan kesempatan kedua yang diberikan untuknya untuk fit and proper test demi menjadi seorang gubernur BI. Pasalnya, di tahun 2008 ia mengalami kegagalan saat mengikuti test kepatutan serta kelayakan yang dilangsungkan di DPR.

“Sekarang ini, saya diberikan kepercayaan untuk kembali mencalonkan diri. Dulu saya memang gagal. Tapi, saat ini saya pastikan bahwa saya akan gunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Soal disetujui atau tidaknya ya urusan di DPR nanti,” tukas Agus.

Agus menuturkan bahwa pada tahun 2008, ia sempat diberikan kepercayaan menjadi calon gubernur BI dengan Raden Pardede. Namun, sangat disayangkan kedua-duanya tidak terpilih. “Jadi ya saya memang pernah gagal saat diuji di DPR.”

Agus sendiri menuturkan bahwa memang untuk bisa lolos dan menjadi cagub BI perlu menjalani sejumlah proses yang dilakukan oleh DPR. Pasalnya, disetuji atau tidaknya menjadi gubernur dari BI itu memang ditentukan dari fit and proper test di DPR.

“Dulu saya pas tahun 2008 pernah dikasih kepercayaan untuk menjadi calon gubernur BI. Ya, pada saat itu saya yakin bahwa saya sudah melakukan yang terbaik. Dulu saya dengan Pak Raden, tapi keliatan kalau DPR memang tidak memilih dua-duanya. Jadi saya menganggap bahwa saya belum berhasil pada waktu itu.”

Akan tetapi, saat ini Agus kembali diberikan kepercayaan untuk menjadi Gubernur BI. “tentu saja kepercayaan yang diberikan akan saya gunakan sebaik-baiknya. Selebihnya, adalah kewenangan DPR memilih saya atau tidak,” tambahnya dengan santai.

Sebelumnya, Kamaruddin Sjam selaku dari anggota Komisi XI DPR-RI mengungkapkan bahwa penunjukkan Agus Martowardojo sebagai cagub BI, bisa jadi ditolak kembali oleh DPR. “Agus Martowardojo harus mampu menyelesaikan situasi saat ini. Jika tidak ya DPR dapat menolak fit and proper test dia.”

Menurutnya, penunjukkan Agus Marto akan memberikan dampak pada perekonomian Indonesia karena dianggap tidaklah tepat. “Seharusnya Presiden SBY tidak semudah itu menggantikan posisi Menteri Keuangna. Untuk saat ini keaadannya kurang pas karena ekonominya masih tidak stabil.”

 

Berita Terkini

Be Sociable, Share!