Berita Terkini – Hati-Hati Perempuan Indonesia, Jika Menikah dengan Orang Asing

Sudah bisa di ketahui kalau saat ini jaringan dari peredaran narkoba dari antar negara memanfaatkan suatu ikatan pernikahan yang di gunakan untuk membuat suatu planing agar menjadi lebih lancar dalam aksi pendistribusian barang yang haram tersebut. Maka dari itu para wanita yang berasal dari Indonesia harus bisa menjaga diri mereka kalau nantinya ada tawaran menikah dengan orang asing menikahinya.

Sudah bisa di katakan kalau itu juga bisa di jadikan modus, ujar dari Basuki Effendy seorang Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Hal ini sudah ada buktinya yaitu orang yang berinisial bernama SE yang sudah menjadi tersangka. Dalam keadaan hamil ibu tersebut tertangkap basah membawa 3,3 kilogram sabu-sabu. Dirinya di tangkap di bandara Internasional Juanda beberapa pekan yang lalu.

“Sudah bisa di jadikan contoh yaitu tersangka SE yang sudah tertangkap. Dirinya adalah istri dari orang yang berasal dari Nigeria. Hal tersebut sudah di ungkapkannya saat di tanyai, “ ujar dari AKBP Basuki Effendy.

Sudah bisa dikatakan semakin sistematis untuk membangun lebih besar dari jaringan obat-obat terlarang tersebut. Tidak hanya berbasis kurir,namun juga memanfaatkan siapa yang dia kenal lewat keluarganya.

“Dari para bandar-bandar yang ada di luar negeri telah datang ke Indonesia dan sudah menetap sekian lama. Setelah itu mereka mendekati dari perempuan yang berasal dari Indoneseia lalu mereka menikah. Itu termasuk suatu strategi mereka,” ujarnya lagi.

Sudah dapat di ketahui saat ini SE sudah di amankan oleh petugas  keamanan Bandara Internasional Juanda Surabaya sesudah berhasil mendarat dengan pesawat Silk Air dari jurusan Singapura-Jakarta yang baru transit di Surabaya. Di dalam dinding koper SE menyembunyinya suatu serbuk terlarang tersebut. Dalam penyembunyian tersebut gagal dan SE langsung di tangkap oleh petugas yang mengamankan di Bandara Juanda tersebut.

Saat ini SE harus mendapatkan suatu hukuman pidana dengan terjerat pasal 102 Undang-undang Kapabeanan Nomor 17 Tahun 2006 dan juga Pasal 113 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika . ‘

 

 

About The Author

Reply