Berita Terkini – Indonesia Dinilai Perlu Pasal Santet

Indonesia memerlukan hukum yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan santet. Hal ini diungkapkan oleh ahli hukum pidana dari Universitas Diponegoro, Barda Nawawi Arief. Menurutnya pasal tersebut diperlukan di Indonesia karena banyaknya fenomena santet yang terjadi. Selama ini ada korban dan pembalasan yang emosional. Kemudian hal ini belum ada hukumnya.

Dalam penjelasannya, adanya pengaturan tersebut untuk melakukan pencegahan terjadinya penghakiman oleh massa. Ia khawatir apabila hal tersebut tidak diatur maka akan ada banyak orang Indonesia yang main hakim sendiri dimana dukun santet kemudian dibunuh. Selama ini kebanyakan orang yang diduga malakukan praktik ilu hitam langsung diamuk massa tanpa melibatkan pihak berwenang.

Pasal santet tersebut kemudian dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Barda yang merupakan salah satu anggota pengusun RUU tersebut sebelumnya telah melakukan kajian ilmiah di beberapa wilayah. Dan beberapa ahli hukum pidana menyarankan agar aturan santet dimasukkan dalam RUU KUHP yang disusun pemerintah.

Bunyi pasal santet dalam RUU tersebut yaitu (1). Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan harapan, menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatanna dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.( 2.) Jika pembuat tndak pidana sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata encaharian atau kebiasaan, maka pidananya dapat ditambah dengan 1/3 (satu per tiga).

Pernyataan Barda sendiri merupakan tanggapan atas keluan Mahkamah Agung yang mengaku kesulitan menerapkan pasal santet karena tidak tahu harus melakukan studi banding ke negara mana. saat itu disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur yang mengaku bingung terkait dengan persoalan santet.

Namun pengacara Todung Mulya Lubis justru tidak sependapat adanya rencana pasal santet tersebut. Menurutnya hal tersebut hanya mengada-ada karena pidana santet nantinya akan sangat sulit untuk dibuktikan.

 

Berita Terkini

About The Author

Reply