Berita Terkini – Kecelakaan Camry Maut di Tol TB Simatupang Beserta Paket Narkoba (VIDEO)

 

Polisi sudah membuat sketsa kecelakaan yang dialami oleh mobil Toyota Camry dengan plat nomor B 1596 KV yang terjadi di Tol TB Simatupang KM 25.400, Jakarta Selatan, dini hari kemarin (30/3).

AKBP Hindarsono selaku Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan menuturkan bahwa sudah ada beberapa saksi mata yang diperiksa dan menjelaskan kronologis kejadian kecelakaan tersebut. Pemeriksaan sejauh ini menyatakan bahwa mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi dari Lebak Bulus ke Kampung Rambutan.

“Dari keterangan yang dilontarkan oleh penjaga yang berjaga di tol Ampera, mobil itu melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi dan berjalan dengan zigzag,” tutur Hindarsono.

Tidak jauh dari pintu tol itu, saksi menuturkan bahwa ia mendengar suara dentuman yang keras. Ketika ia mencari sumber suara tersebut, ia melihat mobil Camry dengan cat body berwarna hitam sudah memutar hingga 360 derajat dan menabrak dinding pembatas yang terdapat di kiri.

“Mobil tersebut menabrak pembatas yang ada di kiri, kemudian sempat berputar 360 derajat lalu berhenti karena menghantam pembatas yang ada di kanan dengan posisi depan menabrak tembok langsung,” tukas Hindarsono.

Usai kejadian tersebut, ditemukan dua orang yang tergeletak di jalan. Seorang perempuan ditemukan tergeletak di jalur 1 (jalur cepat) sementara laki-laki tergeletak di jalur empat. “Pas dilihat, korban sudah tergeletak di jalan,” lanjutnya.

Dua orang penumpang yang terlibat kecelakaan tersebut adalah Winda Anggraini (25) serta Yasir Lutfi (30). Keduanya tewas di tempat. Winda ditemukan dengan kondisi yang begitu mengenaskan serta tidak mengenakan baju, hanya celana jeans.

Ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, polisi berhasil menemukan setidaknya enam paket sabu yang disimpan di mobil. Selain itu, polisi juga menemukan di tubuh Yasir, total beratnya hingga lima gram. Tidak hanya itu saja. Polisi juga berhasil menemukan tas yang ada di dashboard mobil yang menyimpan sekiranya tiga bong, aluminium foil, cangklong, serta penyambung cangklong dan juga ada 29 obat untuk penenang yang jenisnya adalah Dumolid serta dua buah belati dan sebuah sarung pistol.

Kecelakaan tersebut diduga karena pengemudi melajukan mobil dengan kecepatan yang tinggi sampai akhirnya pengemudi kehilangan kontrol yang membuat mobil pun kemudian menabrak.

Hindarsono sendiri mengatakan bahwa sementara ini, kecelakaan tersebut termasuk kecelakaan tunggal karena tidak ditemukannya goresan atau cat mobil lain di badan mobil Camry tersebut.


 

Berita Terkini

Be Sociable, Share!