Berita Terkini – Kritikan Datang Tentang Masalah Tes Perawan Pada Polwan

 

Mengulas dari Organisasi pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) memberikan suatu kritikan kepada kepolisian RI untuk hari ini, selasa (18/11/14), mereka telah memberikan suatu kritikan kepolisian RI (Polri) akan adanya tes keperawanan terhadap para calon polisi wanita atau polwan.

Seperti yang di kabarkan berada di laman berita Reuters, HRW yang berada di dalam laporannya sebutkan praktik itu memang masih di lakukan walau empat tahun yang lalu. Tes keperawanan di lakukan menjadi suatu bagian dari pemeriksaan fisik secara rutin.

“Dengan di lakukan suatu tes keperawanan oleh Polri adalah praktik diskriminasi yang sudah melukai dan  memberikan kepada wanita suatu pencemaran seksual,” ujar dari Nisha Varia, direktur dari hak wanita HRW. Mereka yang sudah gagal tes tidak di keluarkan, akan tetapi tes di sebut telah menimbulkan adanya rasa trauma.

Kadiv Humas Polri yang bernama Irjen Ronny Sompie, memberikan suatu pengakuan masih di lakukannya tes keperawanan itu. Akan tetapi dirinya yang menyebutkan calon polwan tidak harus dari orang yang perawan.

“Memang ada pemeriksaan bagi calon wanita dan pria, termasuk dari pemeriksaan organ reproduksi,” ujarnya menjelaskan.

Tes keperawanan ini, kata Ronny juga akan menjadi bagian dari pemeriksaan rutin tersebut. Dirinya mengatakan kalau tidak akan ada peraturan yang mewajibkan untuk perawan, maka dari itu tidak ada diskriminasi yang sudah terjadi.

Seperti salah satu seorang calon polwan yang menyebutkan tidak akan merasa keberatan akan pemeriksaan tersebut. Akan tetapi dirinya merasa keberatan dengan bagaimana pemeriksaan di lakukan, berada di ruangan yang banyak dengan orang lainnya.

Berada di dalam pengumuman pendaftaran calon polwan yang ada di internet, tertulis bahwa dari semua wanita yang ingin bisa mendaftarkan harus bisa menjaga keperawanan mereka. Namun dari Ronny memberikan suatu bantahan ini merupakan suatu kebijakan Polri, dan sebutkan situs itu bukan dari laman resminya.

Be Sociable, Share!