Berita Terkini – Mau Tahu Gaji PSK dan Mucikari Dolly ?

Seperti dari cara penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya yang masih menyisakan satu hari lagi. Dari para mucikari dan PSK yang ada di sana bersamaan dengan para warga yang ada memang hanya bisa hidup dengan adanya pendapatan dari lokalisasi tersebut. Akhirnya mereka masih tetap ngotot menentang adanya rencana tersebut.

Alasannya yang sudah di anggapnya paling kuat dari bisnis esek-esek tersebut mereka yang sudah memang terlanjur makmur. Tidak tanggung-tanggun memang penghasilan yang sudah mereka dapatkan. Dari puluhan juta rupiah bisa mereka dapatkan di setiap wisma di dalam satu bulannya. Kalau di total keseluruhan yang ada dari omset yang di dapatkan dari bisnis prostitusi tersebut untuk setiap bulannya bisa mendapatkan sebanyak miliarn rupiah. Dari setiap PSK akan bisa mengantongi uang yang sebanyak Rp13 juta dan Rp15 juta per bulan.Lebih banyaknya lagi yaitu mucikarinya, mendapatkan Rp. 60 juta dalam satu bulannya.

Geliat adanya ekonomi yang sangat cerah dari bisnis prostitusi tersebut yang tidak akan di rasakan lagi dari mucikari dan juga PSK, bersama dengan warga yang ada di sekitar lokalisasi tersebut. seperti dari mereka , pengayuh becak, tukang cuci pakaian PSK, Pedagang Kaki Lima dan makelar PSK.

Sejak adanya rencana dari di tutupnya Dolly dan juga Jarak tersebut sudah muncul ada di telinga masyarakat, kini di rasakan kalau jumlah pengunjung yang juga semakin berkurang saat ini. Karena juga ada beberapa  razia yang sudah di lakukan oleh petugas keamanan.

Wanita yang bernama Lina, seorang mucikari telah menolak adanya renca penutupan kecuali dengan di berikan suatu kompensasi memadai. Dan jika memang kompensasi tersebut tidak bisa untuk di penuhi, dirinya yang meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan pertimbangan lagi akan rencana penutupan tersebut.

Uang kompensasinya yang bisa di mintanya adalah untuk pengganti modal besarnya adalah Rp 2milliar serta dari Pemerintah Kota Surabaya bisa membeli wismanya yang seharga Rp 3 M.

About The Author