Berita Terkini Nasional – Apakah Spionase Sadap Masalah Bisnis Indonesia

 

Memang saat ini kalau dengan masalah untuk menjaga kemanan saja dan untuk bisa memburu keberadaan dari teroris. Untuk saat ini sudah banyak negara yang bisa bersaing ketat untuk penuhi dari kepentingan ekonomi yang ada dan juga dagang dari masing masing negara, dengan cara spionase ini pun akan bisa di pakai dengan keinginan untuk mendapatkan suatu informasi dengan sebanyak-banyaknya. Juga tidak merasa peduli apa yang nantinya di spy tersebut teman atau lawan.

Seperti dari skandal penyadapan badan intelejen Australia atas Indonesia yang sudah dijadikan suatu contoh. Sampai saat ini memang masih belum bisa mereda dari rasa kesal yang di rasakan Jakarta atas dari ikut campur Canberra dengan menyadap percakapan telepon. Tidak tanggung tanggung yang telah di sadap adalah beberapa petinggi dari RI untuk beberapa tahun yang lalu. Muncul lagi dari ucapan yang sudah di katakan oleh Edward Snowden yang sebutkan melalui media massa internasonal dari sepak terjang lanjutan spy elektronik yang di lakukan oleh Aussie kepada Indonesia.

Untuk saat ini sudah di sadap Australia Signal Directorate (ASD) yang menjadi percakapan antara pejabat dari RI dengan salah satu firma hukum yang sudah mewakili dari Indonesia dalam suatu sengketa dagang dengan pemerintah AS di Organisasi PErdagangan Dunia (WHO), seperti dari permasalah rokok,kretek dan juga udang. Sekarang tidak ada hubungan dengan Australia lagi. Akan tetapi dari hasil penyadapan tersebut  seperti yang sudah di bocorkan oleh Snowden yang sudah di beritakan dalam harian The New York Times,di tawarkan ASD kepada mitra yang berada di AS,di mana itu adalah NSA (Badan Keamanan NAsional AS tempat Snowden dahulu pernah bekerja.

Muncul juga dari bocoran yang berasal dari Snowden masalah keterangan dari ASD ke NSa bahwa dari mereka akan bisa mengakses data dan jaringan yang di miliki oleh dua operator yang di miliki oleh Indonesia,seperti dari Indosat dan Telkomsel.

Berdiri di samping dari Natalegawa,Kerry yang sudah merasa paham dari kegusaran Menlu RI atas dari skandal yang di lakukan Australia. Namun Kerry yang sudah meluruskan bahwa mengerti intelejen AS hanya bergerak mengatipasi ancaman keamanan dan terorisme, tidak masalah dari bisnis.

No related content found.

Be Sociable, Share!